KEGAWATDARURATAN CARDIAC ARREST (HENTI JANTUNG) PADA ANAK



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Istilah cardiac arrest dikenal pula dengan istilah lain yaitu kegagalan sistem jantung paru (cardiopulmonary arrest) atau kegagalan sistemsirkulasi (circulatoryarrest). Disini terjadi akibat berhentinya secara tiba tiba peredaran darah yang  normal menyebabkan jantung gagal dalam berkontraksi. Cardiac arrest dibedakan dengan serangan jantung (heart attact) walaupun seringkali serangan jantung merupakan penyebab dari cardiac arrest.
 Penyebab utama dari cardiac arrest adalah aritmia, yang dicetuskan oleh beberapa faktor,diantaranya penyakit jantung koroner, stress fisik (perdarahan yang banyak, sengatan listrik, kekurangan oksigen akibat tersedak, tenggelam ataupunserangan asma yang berat), kelainan bawaan, perubahan struktur jantung (akibatpenyakit katup atau otot jantung)dan obat-obatan (seperti salisilat, etanol, alkohol,antidepresan).
Penyebab lain cardiac arrest adalah tamponade jantung dan tension pneumothorax. Sebagai akibat dari henti jantung, peredaran darah akan berhenti. Berhentinya peredaran darah mencegah aliran oksigen untuk semua organ tubuh.Organ-organ tubuh akan mulai berhenti berfungsi akibat tidak adanya suplai oksigen,termasuk otak.
Hypoxia cerebral atau ketiadaan oksigen ke otak,menyebabkankorban kehilangan kesadaran dan berhenti bernapas normal .Kerusakanotak mungkinterjadi jika cardiac arrest tidak ditangani dalam 5 menit dan selanjutnya akanterjadikematian dalam 10 menit. Jika cardiac arrest dapat dideteksi dan ditangani dengan segera, kerusakan organ yang serius seperti kerusakan otak, ataupun kematian mungkin bisa dicegah.

B.     Tujuan
1.      Mengetahui pengertian Henti jantung ( Cardiac Arrest).
2.      Mengetahui Etiologi Henti Jantung.
3.      Mengetahui Patofisiologi.
4.      Mengetahui Tindakan yang dilakukan pada penderita Henti Jantung.


BAB II
KONSEP MEDIK
A. Definisi
Henti jantung atau tepatnya henti sirkulasi (Cardiac arrest ) ialah keadaan dengan sirkuasi yang tidak efektif dari jantung ke seluruh tubuh.hal ini menandakan penderita dalam keadaan gawat.sekitar 90% henti jantung dasarnya ialah asistole mekanis dan elektrik komplet,sedangkan 10% lainnya mempunyai mempunyai dasar fibrilasi ventrikel (ilmu kesehatan anak volume 2).
Henti jantung adalah terhentinya denyut jantung dan peredaran darah secara tiba-tiba pada seseorang yang tidak apa-apa,merupakan keadaan darurat yang paling gawat,yang lebih di kenal dengan istilah henti jantung (cardiac arrest).keadaan ini biasanya di ikuti pula dengan berhentinya fungsi pernafasan dan hilangnya kesadaran serta reflek.(ilmu kesehatan anak volume 3).
B.     Etiologi
Etiologi henti jantung pada anak antara lain ialah:
I.       Terhentinya sistem pernapasan secara tiba-tiba yang dapat di sebabkan karena:
1.      Penyumbatan jalan napas:
a.       Aspirasi cairan getah lambung atau benda asing.
b.      Sekresi air yang terdapat di jalan napas,seperti pada tenggelam,edema paru,lendir yang banyak.
c.       Edema atau spasme saluran pernapasan sebelah atas dan atausebelah bawah.
d.      Kelainan anatomik,misalnya atresia choanal.

2.      Depresi susunan saraf pusat,yang dapat di sebabkan karena:
a.       Obat-obatkan
b.      Racun
c.       Rudapaksa
d.      Arus listrik tegangan tinggi
e.       Edema otak
f.       Hipoksia berat
g.      Hiperkapnia
h.      Penyakit susunan saraf pusat,seperti ensefalitis,poliomielitis,sindrom guilian barre,dll.
3.    dehidrasi berat dan gangguan keseimbangan asam basa
4.    paralisis neuromuskular
a.       Rudapaksa
b.      Arus listrik tegangan tinggi
c.       Edema otak
d.      Hipoksia berat
e.       Hiperkapnia
f.       Penyakit susunan saraf pusat,seperti ensefalitis,poliomielitis,sindrom guilian barre,dll.

5.    thension pneumothoraks”bilateral

II.     Terhentinya peredaan darah secara tiba-tiba,yang dapat di sebabkan karena:
1.      hipoksia,asidosis,atau hiperkapnia karena penyakit paru atau karena penyakit paru atau karena    henti pernapasan secara tiba-tiba.
2.       Rangsangan vagus misalnya karena pengisapan tenggkorak,endoskopi,dilatasi rektum,operasi mata,dll.
3.      Arus listrik teganggan tinggi
4.      Obat-obatan,terutama digitalis,quinidin,kalium,obat anestesia
5.      Aritmia yang hebat,karena obat-obatan,penyakit jantung,kateterisasi jantung dll.
6.      Syok( trauma,perdarahan,sepsis,pada operasi dan pasca operasi,dehidrasi,dll.
7.      Keadaan terminal pada berbagai penyakit
8.      Obat-obatan intravena yang sering di gunakan pada angiografi,yang kadang-kadang yang sering juga diberikan secara intraarteri.

III.terganggunya fungsi sistem syaraf, yang terjadi sebagai akibat terganggunya sistem    persyarafan dan peredaran darah. Di dalam susunan saraf pusat terjadi iskemia, hipoksia, dan hiperkapnia, asidosis, dan hipoglikemia, yang berakibat terganggunya metabolisme otak di sertainya terjadinya edema serebri dan di ikuti dengan infark serebri. Susunan saraf pusat sangat rentan terhadap keadaan tadi, urutan kerentanaan tersebut ialah:
a.       korteks serebri akan menderita kerusakan setelah 3-5 menit.
b.      pusat pupil dan palpebra,setelah 5-10 menit.
c.       serrebelum, setelah 10-15 menit.
d.      pusat peredaran darah dan pernapasan,setelah 20-30 menit.
e.       medula spinalis,setelah 45 menit.
f.       ganglion simpatik ,setelah 60 menit.

*   RESUSITASI PADA ANAK
Dalam rangka melaksanakan resusitasi pada anak tiga hal penting yang harus di perhatikan ialah:
1)      Jangan mencelakakan anak dengan menggunakan metode yang salah. 
2)      Jangan membuang waktu untuk prosedur diagnostik yang tidak berguna.
3)      Jangan memulai usaha apapun yang memakan biaya untuk menunda  kematian bila kasus telah ireversible.

Langkah-lankah tindakan pada resusitasi dapat menjadi tiga tahap:
Tahapan 1: tunjangan hidup dasar(‘basic life support’ A,B,C,)
Tahapan II: tunjangan lanjutan(‘advanced life support’ D,E,F)
Tahapan III: tunjangan hidup terus menerus(‘prolonged life support’ G, H,I)


TINDAKAN
Henti jantung dapat terjadi setiap saat di dalam atau di luar rumah sakit,sehingga  pengobatan dan tindakan yang cepat serta tepat akan menentukan prognosis; 30-45 detik.sesudah henti jantung terjadi akan terlihat dilatasi pupil dan pada saat ini harus di ambil tindakan berupa:
1.      Sirkulasi artifisial yang meningkatkan tekanan darah yang mengandung oksigen dengan melakukan :
a.       Masase jantung, anak ditidurkan pada tempat tidur yang datar dan keras, kemudian dngan telapak tangan di tekan secara kuat dan keras sehingga jantung yang terdapat di antara sternum dan tulang belakang tertekan dan darah mengalir ke arteria pumonalis dan aorta. Masase jantung  yang baik terlihat hasilnya dari terabanya kembali nadi arteri-atreri besar sedangkan pulihnya  sirkulasi ke otak dapat terlihat pada pupil yang menjadi normal kembali.
b.      Pernapasan buatan.mula-mula bersihkan saluran pernapasan,kemudian ventilasi di perbaiki dengan pernapan mulut ke melut/inflating bags atau secara endotrakheal.ventilasi yang baik dapat di ketahui bila kemudian tampak ekspansi dinding thoraks pada setiap kali inflasi di lakukan dan kemudian jg warna kulit akan menjadi normal kembali.   

2.      Memperbaiki irama jantung
a.       Defibrilasi,yaitu bila kelainan dasar henti jantung ialah fibrilasi ventrikel.
b.      Obat-obatan:infus norepinefrin 4 mg/1000ml larutan atau vasopresor dan epinefrin  3 ml 1:1000 atau kalsium klorida secara intra kardial (pada bayi di sela iga IV kiri dan pada anak di bagian yang lebih bawah) untuk meninggikan tonus jantung,sedangkan asidosis metabolik  di atasi dngn pemberian sodium bikarbonat.bila di takutkan fibrilasi ventrikel kambuh,maka pemberian lignokain 1%  dan kalium klorida dapat menekan  miokard yang mudah terangsang.bila nadi menjadi lambat dan abnormal,maka perlu di berikan isoproterenol.

3.      Perawatan dan pengobatan komplikasi
a.       perawatan: pengawasan tekanan darah, nadi, jantung; menghindari terjadinya  aspirasi (dipasang  pipa lambung); mengetahui adanya anuri yang dini (di pasang kateter kandung kemih).
b.      pengobatan komplikasi yang terjadi seperti gagal ginjal (yang di sebabkan nekrosis kortikal akut) dan anuri dapat di atasi  dengan pemberian ion exchange resins,dialisis peritoneal  serta  pemberian cairan yang di batasi.kerusakan otak di atasi dngan pemberian obat hiportemik dan obat untuk mengurangi edema otak serta pemberian oksigen yang adekuat.


C. Tanda dan gejala
1.      Tidak sadar(pada beberapa kasus terjadi kolaps tiba-tiba) .
2.      Pernapasan tidak tampak atau pasien bernapas dengan terengah-engah secara intermiten).
3.      sianosis dari mukosa buccal dan liang telinga.
4.      pucat secara umum dan sianosi.
5.      nadi karotis teraba.
6.      Jika pernapasan buatan tidak segera dimulai, miokardium(otot jantung) akan kekurangan oksigen yang di ikuti dengan henti napas.


D.    Penanganan menggunakan resusitasi udara ekshalasi (EAR)
Penolong pertama harus meminta bantuan orang lain Sewaktu melakukan:
Penolong pertama harus di letakan dalam posisi datar/terlentang. Penolong pertama harus berlutut di samping kepala korban dan yakin bahwa korban terbaring datar. dengan menggunakan posisi chin_lift.Setelah mengambil napas panjang,penolong segera melakukan napas buatan.Sementara melakukan pernapasan buatan pemeriksa harus memeriksa nadi karotis setiap 2-3 kali/menit. Sekali korban mulai bernapas spontan(resusitasi dari mulut ke mulut)korban harus di posisikan dlm posisi pemulihan. 

E.     Teknik-teknik lanjutan
bila peralatan yang tersedia memungkinkan untuk mengintubasi korban.prosedur ini harus tidak di lakukan kecuali jika instruksi praktis telah di terima.


 
BAB III
KONSEP KEPERAWATAN

A.     PENGKAJIAN PRIMER  
1.      AIRWAY/JALAN NAPAS
Pemeriksaaan/pengkajian menggunakan metode look,listen,feel.
1)      Look : lihat status mental,pergerakan/pengembangan dada, terdapat sumbatan jalan napas/tidak, sianosis, ada tidaknya retraksi pada dinding dada, ada/tidaknya penggunaan otot-otot tambahan.
2)      Listen : mendengar aliran udara pernapasan, suara pernapasan, ada bunyi napas    tambahan  seperti snoring, gurgling, atau stidor.
3)      Feel    : merasakan ada aliran udara pernapasan,apakah ada krepitasi, adanya Pergeseran/deviasi trakhea, ada hematoma pada leher, teraba nadi  karotis atau tidak.
Tindakan yang harus di lakukan perawat adalah :
a.       Penilaian untuk memastikan tingkat kesadaran adalah dengan menyentuh, menggoyang dan di beri rangsangan atau respon nyeri.
b.      Periksa dan atur jalan napas untuk memastikan kepatenan.
c.       Periksa apakah anak/bayi tersebut mengalami kesulitan bernapas.
d.      Buka mulut bayi/anak dengan ibu jari dan jari-jari anda untuk memegang lidah dan rahang bawah dan tengadah dengan perlahan.
e.       identifikasi dan keluarkan benda asing ( darah,muntahan, sekret,ataupun  benda asing) yang menyebabkan obstruksi jalan napas baik parsial maupun total dengan cara memiringkan kepala pasien ke satu sisi (bukan pada trauma kepala).
f.       Pasang orofaringeal airway/nasofaringeal airway untuk mempertahankan kepatenan jalan napas.
g.       Pertahankan dan lindungi tulang servikal.

2.      BREATHING/PERNAPASAN
Pemeriksaan/pengkajian menggunakan metode look listen, feel.
1)      Look : nadi karotis ada/ tidak,  frekuensi pernapasan tidak ada dan tidak terlihat adanya pergerakan dinding dada, kesadaran menurun, sianosis, identifikasi pola pernapasan abnormal, periksa penggunaan otot bantu dll.
2)      Listen : mendengar hembusan napas.
3)      Feel : tidak ada pernapasan melalui hidung/mulut.
Tindakan yang harus dilakukan perawat adalah :
a.       Atur posisi pasien untuk memaksimalkan ekspansi dinding dada.
b.      Berikan therapy O2 (oksigen).
c.       Beri bantuan napas dengan menggunakan masker/bag valve mask (BMV)/endo tracheal tube (ETT) jika perlu.
d.      Tutup luka jika didapatkan luka terbuka pada dada.
e.       Kolaborasi therapy untuk mengurangi bronkhospasme/adanya edema pulmonal,dll

3.      CIRCULATION/SIRKULASI
Pemeriksaan/pengkajian :
1)      Periksa denyut nadi karotis dan brakhialis pada (bayi),kualitas dan karakternya
2)      Periksa perubahan warna kulit seperti sianosis tindakan yang harus di lakukan perawat :
Ø  lakukan tindakan CPR/defibrilasi sesuai dengan indikasi.
Langkah-langkah di lakukannya RJP pada bayi dan anak.
1.)    Perhatikan bayi untuk menentukan apakah bayi masih bernapas  
2.)    perhatikan apakah dada bayi bergerak.
3.)    tempatkan telinga di dekat hidung dan mulut bayi dan dengarkan aliran udara.
4.)    Jentikan kaki bayi apabila ada perubahan warna kulit atau bila bayi tidak bernapas jangan menguncang-guncangkan bayi.
5.)    Mulailah RPJ jika bayi tetap tidak bernapas setelah kakinya tidak di jentikan.
6.)    Tempatkan bayi di atas permukaan yang keras
7.)    Posisikan kepala dengan tepat dan bebaskan jalan napas dengan menepatkan tangan anda pada dahi dan ari-jari tangan anda dari tangan yang lain di bawah tulang rahang.berhati-hatilah mendorong jaringan lunak di bawah dagu angkat dan sedikit tengadahkan kepala kearah belakang dan hidung mengarah keatas.
8.)    Tarik garis yang menghubungkan antara kedua puting susu bayi.
9.)    Dengan telunjuk dan jari tengah anda,tekan lurus ke bawah pada tulang dada 1,25 cm sampai 2,5 cm.ulangi hal ini sebanyak 30 kali dan 2 kali napas buatan.


PENGKAJIAN
1.      PENGKAJIAN SUBJEKTIF
Untuk mendapatkan data subyektif perlu di pertimbangkan budaya pasien,kemampuan kognitif dan tingkat pertumbuhaan. Pengkajian tentang keluhan nyeri termasuk tingkat keparahan, lokasi durasi, dan intensitas nyeri dengan menggunakan mnemonic PQRST. Mnemonic PQRST untuk pengkajian nyeri.
P :    Provokativ/Palliative
Apa yang menjadi penyebab,apakah ada hal yang menyebabkan kondisi memburuk/membaik.apa yang di lakukan jika sakit/nyeri timbul. Apakah nyeri ini sampai mengganggu tidur.
Q : Quallity/kualitas.
Seberapa berat keluhan di rasa, atau bagaimana rasanya.
R : Segion/radiasi.
Apakah sakitnya menyebar,seperti apa penyebarannya.
S : Skala severity
Skala kegawatan dapat di gunakan GCS untuk gangguan kesadaran skala nyeri atau ukuran lain yang berkaitan dengan ukuran.
T : Time/waktu
Kapan keuhan tersebut mulai di rasakan/di temukan atau seberapa sering keluhan tersebut di rasakan.
Pada unit gawat darurat riwayat kesehatan lengkap dan pengkajian subjektif secara detail jarang di lakukan atau di butuhkan.pengkajian di unit gawat darurat lebih di fokuskan pada keluhan utama yamg di rasakan pasien.


2.      PENGKAJIAN OBJEKTIF
Pengkajian objektif adalah sekumpulan data yang dapat dilihat da di ukur meliputi TTV, BB dan TB pasien, pemeriksaan fisik, hasil perekaman EKG, serta tes diagnostik.

3.        PEMERIKSAAN FISIK
a.       Inspeksi adalah pemeriksaan di mulai dari status keseluruha pasien. Apakah pasien sadar atau tidak, penampilan secara umum pasien (general apperance)
Rapi atau berantakan,
melihat apakah pasien bernapas dengan tersengal-sengal, bagaimana warna kulit dan mukosa, apakah ada memar, perdarahan, atau bengkak. Perhatiakan postur dan pergerakan tuuh apakah ada nyeri, gangguan neurologis,orthopedi, dan status mental.
b.      Auskultasi adalah di gunakan untuk pemeriksaan paru-paru, jantung dan suara peristaltik. Periksa kualitas suara, intensitas, dan durasi. Lakukan pemeriksaan auskultasi sebelum di lakukan palpasi dan perkusi.
c.       Palpasi adalah di periksa untuk karasteristik permukaan seperti, tekstur kulit,sensitifitas, tugor dan suhu tubuh. Gunakan palpasi ringan untuk memeriksa denyut nadi, deformitas, kekuatan otot, sedangkan palpasi dalam dapat di gunakan untuk mengidentifikasi adanya massa, nyeri, ukuran, organ dan adanya kekakuan.
d.      Perkusi adalah dapat di lakukan untuk mengevaluasi organ atau kepadatan tulang dan dapat di gunakan untuk membedakan struktur padat, berongga, atau adanya cairan.


4.      PENGKAJIAN NEUROLOGIS
Indikator utama dalam pengkajian neurologis adalah tingkat kesadaran pasien.untuk mengetahui status neurologis dan mencatat perubahan setiap saat maka dapat di gunakan Glasgow Coma Scale (GCS) untuk dewasa dan pediatrik glasgow coma scale pada anak-anak yang belum bisa bicara.

5.      PENGKAJIAN KARDIOVASKULER
Gunakan EKG 12 lead untk mengetahui atau menilai adanya abnormalitas irama.
a.       Suara jantung.
b.      Murmur.
c.       Efusi perikat/tamponade.
d.      Perfusi.

6.      PERNAPASAN
Suara napas di kelompokan menjadi, trakheal, bronkhiale, vesikuler, dan bronkovesikuler. Suara napas abnormal (berat) termasuk stridor, ronkhi, rales, terputus-putus, dan sulit bernapas.

7.      GASTROINTESTINAL
Pada pengkajian subjektif perlu di kaji/pemeriksaan sistem gastrointestinal. Apakah ada riwayat gastritis, sirosis hepatis, appendisitis, dan pankreatitis, dll. apakah ada gaya hidup yang mempengaruhi masalah gastrointestinal.

   
B.     DIAGNOSA KEPERAWATAN
1.      Ketidak efektifan pola napas b/d inspirasi dan /atau ekspirasi yang tidak adekuat.
Tujuan/kriteria evaluasi menurut NOC : 
1)      Menunjukan pola pernapasan yang efektif,dibuktikan dengan status yang tidak berbahaya : ventilasi dan status tanda vital.
2)      Mempunyai kecepatan dan irama respirasi dalam batas normal.
3)      Menunjukan status pernapasan :ventilasi tidak terganggu seperti :
a.       Kedalaman inspirasi dan kemudahan bernapas.
b.      Ekspansi dad simentris.
c.       Tidak ada penggunaan otot bantu.
d.      Bunyi napas tambahan tidak ada.
e.       Napas pendek tidak ada.

Intervensi prioritas NIC :
·         AKTIVITAS KEPERWATAN
1.      Pantau adanya pucat dan sianosis.
2.      Pantau efek obat pada waktu respirasi.
3.      Kaji kebutuhan insersi jalan napas.
4.      Observasi dan dokumentasikan ekspansi dada bilateral pada pasien dengan ventilator.

·         PENDIDIKAN UNTUK PASIEN DAN KELUARGA
1.      Informasikan kepada pasien dan keluarga tentang teknik relaksasi untuk meningkatkan pola napas.
2.      Instruksikan kepada pasien /keluarga bahwa mereka harus memberi tahu perawat pada saat terjadi ketidakefektifan pola napas.
3.      Informasikan kepada keluarga untuk tidak merokok di ruangan.
4.      Diskusikan perencanaan untuk perawatan di rumah, meliputi pengobatan, peralatan pendukung, tanda dan gejala komplikasi, dan sumber-sumber komunitas.

·         AKTIVITAS KOLABORASI
1.      Rujuk kepada ahli therapy pernapasan untuk memastikan keadekuatan fungsi ventilator mekanis.
2.      Laporkan perubahan sensori ,bunyi napas, pola pernapasan, nilai GDA, sputum dan seterusnya, sesuai dengan kebutuhan atau protokol.
3.      Berikan tindakan nebulizer ultrasonik dan udara pelembab atau oksigen sesuai kebutuhan.
4.      Berikan obat nyeri untuk pengoptimalan pola pernapasan.


2.      Penurunan curah jantung b/d perubahanpreload,afterload,dan kontraktilitas.
Tujuan /kriteria evaluasi menurut NOC :
1)      Menunjukan crah jantung yang memuaskan di buktikan dengan keefektifan pompa jantung,status sirkulasi,perfusi jaringan (organ abdomen),dan perfusi jaringan (perifer).
2)      Menunjukan status sirkulasi di buktikan dengan indikator kegawatan sbb:
a.       Tekanan darah sistilik,diastolik dalam batas normal.
b.      Denyut jantung dalam batas normal.
c.       Tekanan vena sentral dan tekanan dala paru dbn.
d.      Hipotensi ortostatis tidak ada

Intervensi prioritas NIC :
AKTIVITAS KEPERAWATAN
1.      Kaji dan dokumentasikan tekanan darah, adanya sianosis, status pernapasan, dan status mental.
2.      Pantau tanda kelebihan cairan,misalnya : edema pada bagian tubuh yang tergantug/bawah.
3.      Kaji toleransi aktivitas pasien dengan memperhatikan awal napas pendek, nyeri, palpitasi, atau pusing.

·         PENDIDIKAN UNTUK PASIEN/KELUARGA
1.      Jelaskan tujuan pemberian oksigen pernasal kanula /masker.
2.      Instruksikan tenteng mempertahankan keakuratan asupan dan haluaran .
3.      Ajarkan untuk melaporkan dan menggambarkan awitan palpitasi dan nyeri,durasi,faktor yang menyebabkan,daerah kualitas,dan intensitas.
4.      Berikan informasi untuk teknik penurunan stress sepeti boifeed back ,relaksasi otot progresif,meditasi dan latihan.

·         AKTIVITAS KOLABORASI
1.      Rujuk pada dokter menyagkut parameter pemberian/penghentian obat tekanan darah.
2.      Tingkatkan penurunan afterload.
3.      Berikan anti kogulan untuk mencegah pembetukan trombus perifer, sesuai dengan program atau potokol.


DAFTAR PUSTAKA

Emergency  nurse assosiation. 2005.sheehy’s of emergency care. Edisi ke6. Philadelphia : mosby Elsevier.

Ilmu kesehatan anak volume 2.1985.
Ilmu kesehatan anak volume 3.1985.
Kapita selekta pediatrik;edisi II.EGC.

Ns.Paula krisanty,S.kep,MA,dkk. 2009.Asuhan keperawatan gawat darurat.TIM

Nanda international.2009-2011.diagnosis keperawatan, definisi dan klasifikasi EGC.
Wilkinson,M.Judith.2002.buku saku diagnosis keperawatan,dengan intervensi NIC & kriteria hasil NOC.edisi ke-7.EGC.
Kartikawati, Dewi.dasar-dasar keperawatan gawat darurat.b uku ajar. 9.    Muriel, skeet. tindakan paramedis terhadap kegawatan dan pertolongan pertama. edisi ke 2.EGC.

Pengaruh Stres Dan Depresi Pada Kesehatan Jantung

Tanda gejala depresi dan stress bisa mempunyai pengaruh dampak buruk terhadap kesehatan jantung kita. Penelitian mengatakan bahwa orang yang memiliki tingkat stres dan depresi yang tinggi, 48 persen lebih mungkin meninggal dunia karena serangan jantung dibandingkan mereka yang tingkat stres dan depresinya rendah.

Dalam hasil penelitian terbaru terkait dengan depresi dan stress ini seperti yang dipublikasikan dalam Jurnal Circulation, kemudian juga disiarkan LiveScience telah memperoleh kesimpulan bahwa dua hal tersebut diatas mempunyai pengaruh buruk terhadap orang yang mempunyai masalah penyakit jantung.

Pengaruh Stres Dan Depresi Pada Kesehatan Jantung

Meningkatnya risiko (kematian) yang diiringi tingkat stres tinggi dan depresi berat kaitannya kuat dan konsisten dengan perilaku-perilaku demografis, sejarah medis, penggunaan obat-obatan dan risiko kesehatan.

Demikian dikatakan oleh ketua studi Carmela Alcantara yang juga asisten peneliti pada Pusat Kesehatan Universita Columbia, New York City.

Untuk sampai pada kesimpulan ini, para peneliti melibatkan 5.000 orang berusia 45 tahun yang mempunyai penyakit jantung koroner dari 2003 hingga 2007.

Mereka lalu meminta para partisipan menceritakan gejala depresi dan stresnya melalui kuesioner.

Hasil studi menemukan, sekitar enam persen atau 247 orang mengalami stres dan depresi tinggi. Setelah enam tahun masa studi, sekitar 1.337 orang meninggal dunia karena serangan jantung.

Para peneliti mencatat, orang yang sering stres dan depresi, risiko terkena serangan jantungnya meningkat dalam kurun waktu dua setengah tahun. Namun setelah itu, peningkatan risiko justru tak ada.

Mereka juga mendapati fakta, meningkatnya risiko terkena serangan jantung hanya terjadi pada orang yang mengalami kombinasi stres dan depresi, bukan salah satunya.

Alcantara mengatakan, intervensi perilaku dapat membantu penderita penyakit jantung dalam mengelola stres dan depresi mereka.

Penyakit Gangguan Kesehatan Akibat Stres


Penyakit yang ditimbulkan karena stress juga memang tidak bisa dibilang sedikit. Karena pengaruh stres apalagi yang berat serta berkepanjangan akan bisa menimbulkan gejala tanda stres yang akan terlihat baik itu secara fisik maupun secara psikologi juga.

Karena memang beban tekanan mental akan mempengaruhi mempengaruhi keadaan fisik, mental dan emosi seseorang yang sedang mengalaminya.

Penyakit Akibat Stres

Stress adalah merupakan suatu kondisi ketegangan yang akan bisa mempengaruhi emosi, proses berpikir dan kondisi diri seseorang. Stress yang terlalu besar dapat mengancam kemampuan seseorang untuk menghadapi lingkungannya. Dan hal ini bisa berpengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang.

Beberapa gangguan kesehatan akibat stress antara lain adalah sebagai berikut :

Tubuh Mudah Terkena Sakit

Beberapa ilmuwan yang telah melakukan penelitian mengenai hubungan stres dengan penyakit ini juga bahwasannya stress akut akan bisa menurunkan daya tahan tubuh manusia. Beberapa studi kasus telah menunjukkan bahwa beberapa hormon stres yang dikeluarkan tubuh ketika beban berlebihan datang.

Hal ini lah yang akan bisa memengaruhi kemampuan kerja daripada kelenjar thymus untuk menstimulasi dan mengatur aktivitas leukosit (sel darah putih).

Terganggunya aktifitas sel darah putih ini lah yang akan bisa menurunkan imunitas dan daya tahan tubuh akan menurun. Kita tahu bahwa salah satu fungsi leukosit ini adalah memerangi berbagai jenis virus bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

Bila terganggu maka otomatis tubuh akan lebih mudah untuk terserang berbagai jenis penyakit yang berkaitan dengan imunitas tubuh sendiri.

Kegemukan (Obesitas)

Banyak manusia ketika sedang dalam tekanan yang berat maka tindakan yang dilakukannya, atau pun mekanisme koping terhadap stres yang dilakukannya adalah dengan banyak makan. Dan yang lebih membahayakan lagi adalah bila makan ini adalah banyak mengkonsumsi makanan yang kurang sehat atau pun berkolesterol tinggi.

Terlalu banyak makan junk food, camilan tinggi garam dan gula atau minuman berpengawet dan berperisa buatan secara terus-menerus dalam waktu lama bisa mengakibatkan berat badan berlebih atau obesitas.

Selain itu juga akan memberikan dampak yang buruk lainnya yaitu penumpukan kolesterol jahat dalam tubuh dan akan banyak lagi penyakit yang bisa timbul akibat dari obesitas serta kolesterol jahat ini.

Cara Menurunkan Demam Anak

Tips kiat cara menurunkan demam pada anak serta juga perawatan penanganan demam anak secara alami dan medis tentunya perlu diketahui oleh para orang tua mengingat demam pada bayi anak seringkali terjadi pada buah hati kita.

Demam pada anak adalah merupakan hal yang banyak membuat para orang tua memeriksakan kesehatan anaknya pada tenaga medis dokter. Demam merupakan reaksi normal tubuh yang bermanfaat melawan kuman.

Walaupun banyak orangtua memberikan obat penurun panas akan tetapi yang perlu untuk digaris bawahi dan juga ditekankan bahwa tujuan utama obat penurun panas pada anak tersebut adalah membuat anak merasa nyaman, bukan mempertahankan suhu yang normal.

Cara Menurunkan Demam Anak

Saat anak mengalami demam, orang tua harus memperhatikan aktivitas anaknya secara umum, apakah masih bisa bermain, makan dan minum dengan baik, dan perhatikan buang air kecil anaknya setiap 3-4 jam.

Jika anak lebih sering tidur, malas minum dan buang air kecil semakin jarang, segera bawa anak ke dokter. Pada anak sedang tertidur lelap, sebaiknya orangtua tidak membangunkan untuk memberi obat penurun panas.

Obat pereda penurun demam untuk anak-anak banyak macamnya dan mudah didapatkan di apotik-aptik. Namun banyak di antara kita para orang tua yang menghindarinya dan hanya menggunakan obat tersebut bila suhu badannya benar-benar tinggi.

Bahan dasar obat untuk meredakan demam pada anak umumnya adalah parasetamol atau ibuprofen. Keduanya memiliki efek samping, misalnya parasetamol dapat dikaitkan dengan penyakit asma, sedangkan ibuprofen dapat mengakibatkan sakit maag dan masalah ginjal.

Penanganan Pengobatan Perawatan Demam Tinggi Pada Anak


Berikut beberapa hal yang bisa digunakan sebagai cara menurunkan demam panas tinggi anak seperti informasi yang dilansir dari www.parentsindonesia.com jika bayi Anda yang berusia 3 bulan mengalami demam dengan suhu 38 derajat celcius atau di atasnya, segera telepon dokter.

Demam pada bayi bisa sangat berbahaya. Jika anak baru berusia di atas 1 tahun dan demam, orang tua bisa melakukan cara-cara di bawah ini untuk meredakan demamnya sebelum kita membawanya ke dokter atau tenaga medis lainnya yang berkompeten antara lain adalah sebagai berikut :

Mandikan dia

Mandi selama 5 menit menggunakan spon dalam air suam-suam kuku atau air hangat bisa membuat anak merasa lebih dingin dan menurunkan suhu tubuhnya.

Penanganan Pengobatan Perawatan Demam Tinggi Pada Anak

Obat penurun panas

Berikan obat penurun demam Ibuprofen atau asetaminofein seharusnya bisa menurunkan demam anak dan meringankan nyeri tubuh. Namun dosisnya jangan berlebihan. Menurut studi yang dilakukan John Hopkins Children’s Center, kebanyakan orangtua tidak menunggu jangka waktu yang disarankan untuk dosis pemberian obat yang berlebihan untuk anak mereka yang demam.

Selalu berikan acetaminophen—bukan ibuprofen—untuk bayi di bawah 6 bulan, dan jangan pernah memberikan aspirin pada anak. Memberikan aspirin bisa menyebabkan penyakit yang langka dan fatal bernama Reye’s syndrome.

Indikasi pemberian obat penurun panas yang utama adalah Pemberian Obat penurun panas adalah membuat anak merasa nyaman dan mengurangi kecemasan orangtua, bukan menurunkan suhu tubuh.

Pemberian obat penurun panas diindikasikan untuk anak demam dengan suhu 38 derajat Celcius (pengukuran dari lipat ketiak). Dengan menurunkan suhu tubuh maka aktivitas dan kesiagaan anak membaik, dan perbaikan suasana hati (mood) dan nafsu makan juga semakin membaik

Jangan sampai kekurangan cairan

Si kecil kehilangan banyak cairan saat tubuhnya sedang melawan demam. Jadi pastikan Anda memberikannya banyak asupan cairan agar dia tidak mengalami dehidrasi.

Coba berikan rehidrasi oral yang mengandung campuran air dan garam yang bisa membantu anak mendapatkan cairan tubuh lagi, serta cairan elektrolit.

Apabila bayi anda demam pada usia 3 bulan, suhu tubuhnya melebihi 37,5 derajat celcius sebaiknya segera diperiksakan ke dokter anak. Selain itu apabila anak demam dengan kondisi urinnya kental dan kakinya sering kali menggerak-gerakan.

Salah satu penyebabnya bisa dikarenakan infeksi saluran kemih atau demam yang tidak turun-turun selama 3 hari lebih disertai dengan mimisan atau bintik merah,sebaiknya segera bawa anak anda ke dokter untuk melakukan tes kesehatan.

Manfaat Gizi Untuk Ibu Hamil Dan Janin

Pentingnya manfaat dan tujuan pemenuhan gizi nutrisi ibu hamil dan janin dalam rangka menjaga kesehatan ibu hamil dan janin di dalam kandungan perlu untuk diketahui dan dipahami dengan baik dan benar oleh para ibu-ibu dalam masa kehamilan.

Pemenuhan asupan gizi ibu hamil perlu dijaga, karena dalam masa kehamilan tentunya bagi para ibu hamil yang mendapatkan gizi seimbang dan baik diharapkan dapat terhindar dan mencegah dari risiko kesehatan baik bagi janin dan ibu sendiri.

Kebutuhan gizi nutrisi untuk menjaga kesehatan ibu hamil dan janin dalam setiap semester bulannya bertambah seiring dengan bertambahnya umur kehamilan sang ibu.

Manfaat Gizi Untuk Ibu Hamil Dan Janin

Manfaat fungsi tujuan pemenuhan nutrisi gizi ibu hamil yang baik cukup dan optimal dalam masa kehamilan 9 bulan perlu dijaga dan dipelihara asupannya bulan demi bulannya.

Kelahiran seorang anak buah hati yang sehat dan normal tentunya erat kaitan dan hubungannya dengan kondisi kesehatan sang ibu.

Seorang ibu yang sedang mengandung sebaiknya untuk selalu dan konsen dalam rangka memperhatikan kondisi ketercukupan gizinya supaya janin yang sedang dikandungnya juga terpenuhi kadar gizinya.

Manfaat Nutrisi Bagi Ibu Hamil


Kebutuhan gizi serta nutrisi pada seorang ibu hamil tentunya akan berbeda dengan kebutuhan pada umumnya seorang ibu. Karena nutrisi gizi lebih banyak dibutuhkan ibu hamil untuk kesehatannya sendiri dan juga kesehatan calon bayinya yang masih dalam kandungan.

Berkaitan dengan bertambahnya usia kehamilan seorang ibu hamil, maka kebutuhan gizi ibu hamil juga mengalami peningkatan. Bersamaan dengan meningkatnya berat badan janin yang ada dalam kandungannya pula.

Ketika kita membicarakan mengenai nutrisi ibu hamil ini juga tak terlepas dari bagaimana kita para ibu hamil untuk bisa mengatur Pola Makan Sehat Untuk Ibu Hamil dalam kehidupan sehari-hari selama masa mengandung.

Hanya saja ada beberapa nutrisi gizi ibu hamil yang haris mendapatkan perhatian ekstra dari kita semuanya.

Nutrisi menjadi pengobatan yang komplementer sehingga membantu dalam efektifitas dari pengobatan sehingga pada saat bersamaan dapat mengatasi efek samping bagi pasien. Karena itu, nutrisi atau gizi sangat erat kaitannya dengan kesehatan yang optimal dan peningkatan kualitas hidup. Hasil ukur bisa dilakukan dengan metode antropometri.

Adapun kebutuhan nutrisi pada ibu hamil merupakan sumber makanan yang diperlukan mengandung fosfor, zat kapur, zat besi, protein, yodium, dan vitamin A, vitamin C, vitamin D, vitamin E, vitamin K, dan vitamin B6.

Yang itu semuanya harus menjadi perhatian dan dikonsumsi oleh ibu hamil sehari-hari selama kehamilannya agar perkembangan, pertumbuhan, dan kesehatan ibu dan janinnya sehat dan optimal.

Manfaat Nutrisi Bagi Ibu Hamil

Tujuan pemberian nutrisi pada ibu hamil untuk kesehatan janin dalam kandungan antara lain adalah sebagai berikut yaitu :
  1. Memenuhi kebutuhan bagi ibu dan bayi dalam kandungannya selama masa kehamilan.
  2. Membantu proses pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.
  3. Sebagai sumber tenaga bagi ibu dan janinnya.
  4. Mengurangi komplikasi dan resiko pada ibu hamil seperti halnya perdarahan post partum.
  5. Mencegah terjadinya berat badan lahir rendah (BBLR) dan berat badan lahir sangat rendah pada janin.
  6. Menghindari dan mencegah terjadinya infeksi pada waktu persalinan

Jenis Macam Gizi Nutrisi Ibu Hamil Dan Manfaatnya


Berikut ini beberapa jenis gizi yang dibutuhkan oleh para ibu hamil dan juga makanan sumber nutrisi ibu hamil antara lain adalah sebagai berikut yaitu :

Asam Folat

Kebutuhan akan asam folat pada kehamilan sangat penting dalam hal pembentukan sel syaraf dan juga sel-sel pada janin yang ada dalam kandungannya pula. Untuk itu kita harus bisa mencukupi akan hal ini.

Sumber asam folat dapat kita temui pada sumber makanan seperti halnya beras merah, sayuran hijau dan buah-buahan.

Kalori

Kebutuhan kalori ini pada ibu hamil akan juga semakin meningkat dalam trimester kehamilannya. Pada trimester kedua dan ketiga kehamilan akan banyak membutuhkan kalori lebih banyak dibandingkan pada awal-awal kehamilannya.

Zat Besi

Kebutuhan akan zat besi harus bisa dicukupi dengan baik. Karena hal ini berkaitan erat dengan proses pembentukan darah. Karena bila seorang ibu hamil yang kekurangan akan zat besi ini akan bisa berdampak anemia yang tentunya anemia pada ibu hamil ini akan bisa berpengaruh banyak pada kesehatan ibu sendiri dan juga janin yang ada dalam kandungannya.

Protein

Kebutuhan ibu hamil akan protein ini karena protein membantu dalam hal proses pembentukan sel-sel darah selain dari zat besi yang di atas tadi. Selain itu protein sendiri fungsinya dalam tubuh manusia adalah sebagai sumber kalori pula dan juga sebagai zat pembangun dalam berbagai hal dalam tubuh.

Protein juga merupakan salah satu nutrisi yang paling dibutuhkan oleh ibu hamil. Protein memiliki peran yang sangat besar dalam memproduksi sel-sel darah. Selain protein, karbohidrat adalah salah satu nutrisi yang sangat dibutuhkan oleh ibu hamil untuk kebutuhan energi sehari-hari.

Sumber makanan untuk protein antara lain bisa diperoleh dari susu, keju, daging, biji-bijian, kacang-kacangan.

Kalsium

Keluhan ibu hamil yang umum adalah rasa pegal-pegal dan kebutuhan akan kalsium ini harus terpenuhi dengan baik selain untuk hal tersebut adalah fungsi dan peranan penting lainnya kalsium ini adalah untuk pembentukan serta menjaga pertumbuhan tulang dan gigi, kontraksi otot dan sistem syaraf pada janin yang berada dalam kandungannya.

Kebutuhan kalsium ibu hamil adalah berkisar 1000 mg/hari. Ibu hamil juga sangat membutuhkan kalsium karena kalsium sangat penting untuk mendukung pertumbuhan bayi.

Vitamin Ibu Hamil

Vitamin Ibu Hamil


Selain itu kebutuhan vitamin ibu hamil juga perlu mendapatkan perhatian yang serius. Berikut ini beberapa jenis macam vitamin yang dibutuhkan ibu hamil dan manfaatnya antara lain adalah sebagai berikut :
  • Vitamin A memberikan manfaat untuk pemeliharaan kulit dan juga pertumbuhan tulang, meskipun demikian penggunaanya tidak berlebihan karena akan berakibat pada gangguan pada embrio.
  • Vitamin B. Manfaat vitamin B pada ibu hamil dan janin antara lain adalah meminimalisir morning sickness bagi ibu hamil selain itu melancarkan pencernaan. dalam perkembagan janin di minggu pertama dan membantu dalam mengurai makanan menjadi sari makanan yang dibutuhkan oleh janin selama masa kandungan
  • Vitamin C. Dalam hal ini manfaat vitamin C bagi ibu hamil diantaranya adalah membantu memudahkan penyerapan zat besi itu sendiri.
  • Vitamin D bermanfaat untuk pembentukan tulang karena membantu proses penyerapan kalsium. Selain itu Vitamin D memiliki manfaat dalam mengurangi resiko hipertensi dan diabetes. Selain itu dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan kesulitan bernafas pada bayi. Bantuan sinar matahari memiliki peran dalam memberikan vitamin D pada tubuh
  • Vitamin E sangat bagus untuk kesuburan, kelembaban kulit dan penguat rahim.
  • Vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah dan kesehatan tulang.
Kandungan vitamin sangat dibutuhkan mengingat tubuh tidak dapat menghasilkan vitamin. Sedangkan vitamin memiliki fungsi yang besar dalam membantu anda dalam proses metabolisme.

Begitu pula pemenuhan kebutuhan vitamin mineral zat gizi pada ibu hamil yang tentunya lebih membutuhkan vitamin yang tidak sekedar dalam metabolisme tubuh akan tetapi yang bermanfaat dalam membantu perkembangan janin dalam kandungan pula.

Konsil Keperawatan Bab 9 UU Keperawatan 2014

Bab IX Undang Undang Keperawatan 2014 tentang Konsil Keperawatan lanjutan dari Undang Undang Keperawatan tentang Organisasi Profesi Perawat

BAB IX

KONSIL KEPERAWATAN

Pasal 47

  1. Untuk meningkatkan mutu Praktik Keperawatan dan untuk memberikan pelindungan serta kepastian hukum kepada Perawat dan masyarakat, dibentuk Konsil Keperawatan.
  2. Konsil Keperawatan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan bagian dari Konsil Tenaga Kesehatan Indonesia.

Pasal 48

Konsil Keperawatan sebagai mana dimaksud dalam Pasal 47 berkedudukan di ibukota negara Republik Indonesia.

Pasal 49

  1. Konsil Keperawatan mempunyai fungsi pengaturan, penetapan, dan pembinaan Perawat dalam menjalankan Praktik Keperawatan.
  2. Dalam menjalankan fungsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Konsil Keperawatan memiliki tugas:
    1. melakukan Registrasi Perawat;
    2. melakukan pembinaan Perawat dalam menjalankan Praktik Keperawatan;
    3. menyusun standar pendidikan tinggi Keperawatan;
    4. menyusun standar praktik dan standar kompetensi Perawat; dan
    5. menegakkan disiplin Praktik Keperawatan.
  3. Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan fungsi dan tugas sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) diatur dengan Peraturan Konsil Keperawatan.

Pasal 50

Dalam menjalankan tugas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 49, Konsil Keperawatan mempunyai wewenang:

  1. menyetujui atau menolak permohonan Registrasi Perawat, termasuk Perawat Warga Negara Asing;
  2. menerbitkan atau mencabut STR;
  3. menyelidiki dan menangani masalah yang berkaitan dengan pelanggaran disiplin profesi Perawat;
  4. menetapkan dan memberikan sanksi disiplin profesi Perawat; dan
  5. memberikan pertimbangan pendirian atau penutupan Institusi Pendidikan Keperawatan.

Pasal 51

Pendanaan untuk pelaksanaan kegiatan Konsil Keperawatan dibebankan kepada anggaran pendapatan dan belanja negara dan sumber lain yang tidak mengikat sesuai dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan.

Pasal 52

  1. Keanggotaan Konsil Keperawatan terdiri atas unsur Pemerintah, Organisasi Profesi Keperawatan, Kolegium Keperawatan, asosiasi Institusi Pendidikan Keperawatan, asosiasi Fasilitas Pelayanan Kesehatan, dan tokoh masyarakat.
  2. Jumlah anggota Konsil Keperawatan paling banyak 9 (sembilan) orang. (3) Ketentuan lebih lanjut mengenai susunan organisasi, pengangkatan, pemberhentian, dan keanggotaan Konsil Keperawatan diatur dengan Peraturan Presiden.

Posting ini berlanjut dengan UU Keperawatan Bab X Pengembangan Pembinaan Pengawasan Perawat

Undang Undang Keperawatan 2014 BAB 7 dan 8

Bab 6 Undang Undang Keperawatan 2014 telah diposting Disini selanjutnya Undang Undang Keperawatan 2014 BAB 7 dan 8

BAB VII

ORGANISASI PROFESI PERAWAT

Pasal 41

  1. Organisasi Profesi Perawat dibentuk sebagai satu wadah yang menghimpun Perawat secara nasional dan berbadan hukum.
  2. Organisasi Profesi Perawat bertujuan untuk:
    1. meningkatkan dan/atau mengembangkan pengetahuan dan keterampilan, martabat, dan etika profesi Perawat; dan
    2. mempersatukan dan memberdayakan Perawat dalam rangka menunjang pembangunan kesehatan.

Pasal 42

Organisasi Profesi Perawat berfungsi sebagai pemersatu, pembina, pengembang, dan pengawas Keperawatan di Indonesia.

Pasal 43

Organisasi Profesi Perawat berlokasi di ibukota negara Republik Indonesia dan dapat membentuk perwakilan di daerah.

BAB VIII

KOLEGIUM KEPERAWATAN

Pasal 44

  1. Kolegium Keperawatan merupakan badan otonom di dalam Organisasi Profesi Perawat.
  2. Kolegium Keperawatan bertanggung jawab kepada Organisasi Profesi Perawat.

Pasal 45

Kolegium Keperawatan berfungsi mengembangkan cabang disiplin ilmu Keperawatan dan standar pendidikan tinggi bagi Perawat profesi.

Pasal 46

Ketentuan lebih lanjut mengenai Kolegium Keperawatan diatur oleh Organisasi Profesi Perawat.