Tampilkan postingan dengan label LEAFLET. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LEAFLET. Tampilkan semua postingan

Leaflet Mammografi : Deteksi Dini Kanker Payudara

Leaflet Mammografi : Deteksi Dini Kanker Payudara - askep kapukonline.com. Setelah sebelumnya posting ( Baca : Leaflet Kanker Serviks dan Leaflet Kanker Prostat )


Apakah Mammografi itu?


Mammografi adalah pemeriksaan foto dengan menggunakan dosis rendah sinar-X pada payudara yang dapat mendeteksi Kanker Payudara walaupun belum teraba benjolan pada payudara. Gambaran yang dihasilkan Mammografi (Mammogram) dapat melihat struktur bagian dalam jaringan payudara dengan jelas


Mammografi


Kapan diperlukan Mammografi?


Mammografi biasanya dianjurkan oleh dokter untuk :


  1. Evaluasi
    Bila terdapat kelainan pada payudara, misalnya rasa nyeri pada payudara, terasa benjolan pada payudara atau pada kelenjar getah bening ketiak, terjadi perubahan warna / bentuk / konsistensi pada payudara dan keluar cairan yang tidak normal dari puting payudara, kulit atau puting.
  2. Deteksi Dini
    Untuk mendeteksi kanker payudara walaupun tidak ada gejala sebagai bagian dari chek-up rutin

Bila terasa benjolan pada payudara atau kelainan payudara yang lain, Mammografi membantu Dokter apakah benjolan tersebut jinak atau ganas dan membantu menentukan lokasi pertumbuhan tumor. Yang lebih penting, mammografi dapat membantu menentukan terapi yang diperlukan selanjutnya


Apakah Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara?


Jika Kanker Payudara ditemukan lebih dini, kesempatan untuk sembuh dari kanker ini adalah sangat tinggi dan pengangkatan atau pembuangan terhadap payudara dapat jarang terjadi. Pada umumnya, tumor yang lebih kecil, lebih mudah diangkat seluruhnya tanpa harus mengangkat payudara seluruhnya (hanya tumornya saja)


Mengapa dipilih Mammografi?


Penelitian di Amerika, Swedia dan Inggris telah didapatkan bahwa Mammografi sangat berguna untuk deteksi kanker payudara terutama bila dikerjakan bersama-sama dengan pemeriksaan fisik penderita. Dengan Mammografi, kematian penderita akibat kanker payudara dapat diturunkan sebanyak 30%


Apakah Mammografi tersebut aman?


Radiasi yang didapat penderita pada foto Mammografi adalah sangat kecil, sehingga aman bagi penderita. Sampai saat ini, tidak ada metode lainnya yang lebih baik dari foto Mammografi untuk mendeteksi tumor payudara sebelum benjolan dapat dirasakan.


Bagaimana Cara Pemeriksaan Mammografi?


Bagaimana persiapan pemeriksaan Mammografi?

  1. Tidak perlu berpuasa sebelum Mammografi
  2. Tidak memmakai deodorant atau bedak pada ketiak sebelum pemeriksaan, karena akan mengganggu gambaran Mammografi dan menyerupai proses keganasan

Bagaimana prosedur pemeriksaan Mammografi?

  1. Radiografer yang terlatih akan memandu anda. Anda akan diminta untuk melepas baju dan kemudian ditentukan posisi untuk foto payudara
  2. Foto dilakukan dua kali untuk setiap payudara, yaitu dari arah tengah ke tepi dan dari arah atas ke bawah.
  3. Hasil Mammografi di interprestasikan oleh Dokter spesialis radiologi

Kapankah sebaiknya anda melakukan Mammografi?


Untuk memerangi kanker payudara, American Cancer Society memberikan rekomendasi sebagai berikut :


Pada wanita yang masih mendapat menstruasi, sebaiknya Mammografi dilakukan hari ke-3 menstruasi sampai dengan pertengahan siklus menstruasi


Wanita usia 35 sampai 39 tahun

  1. Periksa payudara anda sendiri setiap bulan 2 - 3 hari setelah selesai menstruasi
  2. Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 3 tahun sekali
  3. Periksa Mammografi antara usia 35 - 39 tahun

Wanita usia 40 sampai 49 tahun

  1. Periksa payudara anda sendiri setiap bulan setelah selesai menstruasi
  2. Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 1 tahun sekali
  3. Periksa Mammografi setiap satu atau dua tahun sekali

Wanita usia 50 tahun keatas

  1. Periksa payudara anda sendiri setiap bulan setelah selesai menstruasi
  2. Periksakan payudara anda ke dokter anda setiap 1 tahun sekali
  3. Periksa Mammografi setiap tahun, bahkan meski tidak terasa gejala apapun pada payudara Anda

Mammografi direkomendasikan terutama untuk wanita dengan faktor resiko kanker payudara atau kanker yang lain (indung telur, leher rahim, rahim, usus besar), yaitu:

  1. Riwayat kanker payudara dalam keluarga
  2. Menstruasi pertama pada umur kurang dari 12 tahun
  3. Menopause setelah umur 55 tahun
  4. Melahirkan pertama kali setelah umur 30 tahun
  5. Pemakaian kontrasepsi pil
  6. Tidak pernah melahirkan atau menyusui
  7. Terapi pengganti hormon setelah menopause
  8. Mengkonsumsi alkohol dan merokok
  9. Kegemukan
  10. Kurang olah raga

Demikian posting tentang Leaflet Mammografi : Deteksi Dini Kanker Payudara, semoga bermanfaat..


Leaflet Kanker Serviks

Leaflet Kanker Serviks - askep kapukonline.com. Setelah sebelumnya posting ( Baca : Leaflet Kanker Prostat )

Apa yang dimaksud Kanker Serviks?

Kanker Serviks adalah kanker yang terjadi pada area leher rahim (Serviks). Serviks terletak diantara rahim dan vagina

Kanker | Ca | Tumor | Seviks | Rahim

Seberapa seringkah Kanker Serviks terjadi?

Kanker Serviks adalah kanker nomor dua yang paling sering menyebabkan kematian pada perempuan di seluruh dunia setelah kanker payudara.

Setiap tahun sekitar 500.000 perempuan di diagnosis menderita kanker serviks dan hampir 300.000 meninggal dunia. Secara keseluruhan 2,2 juta perempuan di dunia menderita kanker serviks

Kanker serviks cenderung muncul pada perempuan berusia 35 - 55 tahun, namun dapat pula muncul pada perempuandengan usia yang lebih muda.

95% kanker serviks disebabkan virus yang disebut Human Papilloma Virus (HPV>

Apa penyebab Kanker Serviks?

Setelah terjadi infeksi HPV, perkembangan ke arah kanker serviks tergantung dari jenis HPV-nya. HPV resiko rendah (Type 6 dan 11) hampir tidak beresiko menjadi kanker serviks, tapi dapat menimbulkan genital warts (kutil).Meskipun sebagian besarinfeksi HBV akan sembuh sendiri dalam 1 - 2 tahun karena adanya sistem kekebalan tubuh alami.

Infeksi yang menetap karena HPV resiko tinggi (Type 16 dan 18) akan mengarah pada kanker serviks. Kanker serviks mulai dari pra-kanker (Displasia) sampai berkembangnya sel-sel abnormal pada dinding serviks tanpa terkontrol dan membentuk sebuah benjolan yang disebut tumor

Apa Faktor Resiko terjadinya Kanker Serviks?

  1. Kegiatan seksual sebelum usia 20 tahun
  2. Berganti-ganti pasangan seksual
  3. Papaparan terhadap infeksi menualar seksual
  4. Higiene seksual buruk
  5. Pengidap Kanker Serviks di keluarga
  6. Merokok
  7. Penurunan kekebalan tubuh (HIV / AIDS)
  8. PAP Smear yang abnormal sebelumnya

Apa saja Gejala Kanker Serviks

Kondisi pra-kanker umumnya ditemukan melalui tes Pap Smear dimana ditemukan sel-sel abnormal. Bila sel-sel abnormal ini berkembang menjadi kanker serviks, barulah muncul gejala-gejala sebagai berikut

  1. Kanker stadium dini sering ditandai keputihan berlebihan, berbau busuk dan tidak sembuh-sembuh
  2. Perdarahan vagina yang tidak normal
    1. Perdarahan diantara periode menstruasi yang reguler
    2. Periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya
    3. Perdarahan setelah hubungan seksual atau pemeriksaan panggul
    4. Perdarahan pada wanita usia menopause
  3. Rasa sakit saat hubungan seksual
  4. Pucat, kesulitan atau nyeri dalam berkemih, nyeri di daerah sekitar panggul
  5. Bila kanker sudah mencapai Stadium Tiga keatas, maka akan terjadi pembengkakan di berbagai anggota tubuh seperti betis, paha dan sebagainya

Bila mengalami salah satu gejala di atas, segera hubungi dokter. Kondisi di atas tidak selalu disebabkan oleh kanker serviks

Bagaimana Kanker Serviks di Deteksi?

Tes Pap Smear dapat mendeteksi adanya sel yang tidak normal pada serviks secara dini

Pap Smear

“Gambar diambil dari :http://medicalimages.allrefer.com"

Tips Pencegahan Kanker Serviks

  1. Menjaga kebersihan bagian kewanitaan
  2. Bila terjadi tanda abnormal pada leher rahim, segera lakukan pemeriksaan Pap Smear
  3. Lakukan hubungan seksual yang sehat
  4. Laki-laki yang tidak di khitan harus menjaga higiene seksual, karena rentan sebagai penyebar Virus HPV
  5. Jangan berganti-ganti pasangan dalam hubungan seksual (sex-partner) karena merupakan penyebab utama masuknya Virus HPV

Demikian posting tentang Leaflet Kanker Serviks, semoga bermanfaat..


Leaflet Kanker Prostat

Leaflet Kanker Prostat - askep kapukonline.com. Setelah sebelumnya posting ( Baca : Leaflet Serangan Jantung dan Stroke )

Apakah Prostat itu?

Prostat adalah kelenjar yang merupakan bagian dari sistem urogenetal pria. Berukuran dan berbentuk seperti kenari terletak dibawah kandung kencing, dimuka rektum, mengelilingi uretra (pipa yang menyalurkan urine dari kandung kemih keluar tubuh). Prostat menghasilkan cairan semen yang berfungsi sebagai pembawa sperma

Apa saja penyakit yang bisa menyerang Prostat?

Leaflet | Kanker | Ca | Carsinoma | Prostat | Benign | Prostate | Hypertropy | BPH | Pengertian | Adalah | Resiko | Gejala | Tanda | Screening | PSA | Prostate | Spesific | Antigen

Seiring dengan bertambahnya usia, makin banyak penyakit yang bisa mengenai prostat, diantaranya: pembesaran prostat jinak (Benign Prostate Hypertropy - BPH), Prostatitis dan Kanker Prostat

Apakah Kanker Prostat itu?

Jika sel membelah secara berlebihan, terjadilah tumor. Pada kanker prostat, terjadi pembelahan dan pertumbuhan sel kelenjar prostat secara berlebihan. Kanker prostat merupakan jenis kanker yang paling sering pada pria dan merupakan penyebab kematian utama karena kanker

Siapa saja yang beresiko untuk terkena Kanker Prostat?

Kanker prostat bisa menyerang siapa saja, terutama yang mempunyai faktor resiko sebagai berikut :

  1. Pria usia diatas 55 tahun
  2. Riwayat kanker prostat pada keluarga
  3. Diet tinggi lemak
  4. Riwayat pembesaran prostat jinak (BPH)
  5. Obesitas / kegemukan
  6. Kurang olah raga
  7. Merokok
  8. Riwayat paparan radiasi pelvis

Apakah Gejala dan Tanda Kanker Prostat

Kanker prostat pada stadium dini sering tidak memberikan gejala apapun. Penyakit awalnya berkembang lambat, akan tetapi pada tahap yang lebih lanjut akan muncul gejala :

  1. Sering kencing terutama malam hari
  2. Sulit memulai kencing
  3. Tidak bisa kencing
  4. Aliran kencing lemah atau tersendat-sendat
  5. Nyeri atau panas saat kencing
  6. Gangguan ereksi
  7. Nyeri saat ejakulasi
  8. Terdapat darah dalam urine atau semen
  9. Nyeri atau kaku di punggung bawah, panggul atau paha atas

Apa yang dimaksud dengan Screening untuk Kanker Prostat?

Screening adalah pemeriksaan terhadap pria tanpa gejala kanker prostat. Bertujuan untuk mendeteksi kanker prostat sedini mungkin. Terdapat 2 cara screening yaitu DRE (Digital Rectal Examination) atau pemeriksaan colok dubur, serta pemeriksaan kadar PSA darah. Pemeriksaan colok dubur murah dan mudah dilakukan tapi kurang efektif karena 50% kanker prostat tidak terdeteksi.

Apakah PSA itu?

PSA (Prostate Spesific Antigen) merupakan protein yang hanya dihasilkan oleh kelenjar prostat. Tinggi rendahnya kadar PSA dapat membedakan berbagai kelainan prostat. Akan tetapi, pemeriksaan PSA saja belum mampu menyingkirkan atau menegakkan diagnosa Kanker Prostat. Kombinasi pemeriksaan colok dubur dan PSA memberikan efektifitas yang optimal untuk screening kanker prostat

Apa yang harus dilakukan jika pemeriksaan positif?

Jika pemeriksaan colok dubur dan PSA menunjukkan kecurigaan ke arah kanker prostat, biasany dokter akan meminta periksa biopsi, yaitu dengan mengambil sedikit sampel jaringan prostat dan diperiksa menggunakan mikroskop. Pemeriksaan ini untuk memastikan diagnosis kanker prostat secara akurat

Apa yang harus dilakukan jika hasil positif menderita Kanker Prostat

Kanker prostat bukan penyakit yang tak dapat diobati. Tergantung pada stadium kanker dan penyebarannya. Pilihan terapi meliputi: pembedahan, terapi radiasi, terapi hormon dan kemoterapi. Semakin dini kanker terdeteksi, semakin besar kemungkinan keberhasilan terapi

Apa yang sebaiknya dilakukan untuk menghindarkan diri dari Kanker Prostat?

  1. Lakukan pemeriksaan PSA setiap tahun mulai usia 45 tahun, bila terdapat riwayat kanker prostat pada keluarga
  2. Waspada bila terjadi peningkatan kadar diatas 25%, segera konsultasikan hasil test pada Dokter
  3. Deteksi dini memberikan keberhasilan terapi yang lebih besar

Demikian posting tentang Leaflet Kanker Prostat, semoga bermanfaat..


Pemeriksaan Petanda Tumor dan Pemeriksaan Lain : Fungsi dan Artinya

Pemeriksaan Petanda Tumor dan Pemeriksaan lain : Fungsi dan Artinya | Askep kapukonline.com. Setelah sebelumnya posting ( Baca : Pemeriksaan Imunoserologi : Fungsi dan Artinya )

Pemeriksaan Petanda Tumor (Tumor Marker)

  1. AFP (Alfa Feto Protein)
    Merupakan petanda tumor untuk hati dan tumor-tumor germinal
  2. CEA (Carcino-Embronic Antigen
    Merupakan petanda tumor untuk usus dan payudara
  3. PSA (Prostate Specific Antigen
    Merupakan petanda tumor untuk prostat

Pemeriksaan lain-lain

Pemeriksaan | Petanda | Tumor |Ca | Kanker | cancer | Fungsi | Arti | Tumor Marker | Urin | Feces | Rutin | EEG | ECG | EKG | Rekam | Otak | deteksi

  1. Urin Rutin
    Untuk membantu mendiagnosis adanya infeksi saluran kencing (karena bakteri, parasit, jamur), batu saluran kencing
  2. Mikroalbumin Urin
    Adanya mikroalbumin dalam urine merupakan petanda kebocoran ginjal (setelah menyingkirkan penyebab-penyebab albuminuria yang lain). Sebelum dilakukan pemeriksaan mikroalbumin, dilakukan skrining protein urin lebih dulu. Jika protein urine (+), pemeriksaan mikroalbumin ditunda dulu, sampai penyebab proteinuria teratasi
  3. Feses Rutin
    Untuk membantu menegakkan diagnosis penyebab diare
  4. USG 3D
    Untuk mendiagnosa ada tidaknya batu, radang, tumor pada organ dalam tubuh
  5. USG 4D
    Untuk mendiagnosa jenis kelamin, letak placenta, ada tidaknya kelainan pada janin
  6. EEG (Rekam Otak)
    Untuk mendukung diagnosa klinik penyakit epilepsi dan untuk membantu mengklasifikasikan sindrom epilepsi
  7. Foto Thorax
    Untuk mendeteksi kelainan pada paru-paru
  8. Panoramic
    Untuk mendeteksi kelainan pada gigi dan rongga mulut
  9. Mammografi
    Untuk mendeteksi kelainan pada payudara
  10. EKG
    Alat rekam jantung, untuk mendeteksi kelainan pada jantung
  11. Treadmill
    Untuk mendeteksi dini penyakit jantung koroner, dilakukan diatas ban berjalan seperti alat olah raga pada umumnya, dilengkapi dengan monitor dan alat rekam jantung (EKG)
  12. Audiometri
    Alat test pendengaran
  13. Spirometri
    Alat test pernafasan
  14. Fisioterapi
    Untuk mempercepat penyembuhan kelainan gangguan otot, sendi dan jaringan lunak
  15. Pap Smear
    Untuk mendeteksi kanker leher rahim

Demikian posting tentang Pemeriksaan Petanda Tumor dan Pemeriksaan lain : Fungsi dan Artinya, semoga bermanfaat...!!!

Pemeriksaan Imunoserologi : Fungsi dan Artinya

Pemeriksaan Imunoserologi : Fungsi dan Artinya | Askep kapukonline.com. Setelah sebelumnya posting ( Baca : Pemeriksaan Kimia Darah : Fungsi dan Artinya )

  1. Feritin
    Mengetahui cadangan besi dalam tubuh
  2. HBsAG
    Untuk mengetahui adanya infeksi virus Hepatitis B
    1. Jika HBsAG Positif: Terinfeksi virus Hepatitis B
    2. Jika HBsAG Positif selama lebih dari 6 bulan: Berarti pasien menderita Hepatitis B kronis; disarankan untuk rutin memeriksakan fungsi hati (SGOT, SGPT, Protein Total, Albumin, AFP) minimal 6 bulan sekali
  3. Anti HBs
    Untuk mengetahui adanya antibody / zat kekebalan terhadap virus Hepatitis B
    1. Pada penderita Hepatitis B, anti HBs positif merupakan tanda kesembuhan
    2. Pada pasien yang belum / sudah mmendapatkan vaksinasi Hepatitis B, jika anti HBs positif berarti pasien sudah mempunyai kekebalan terhadap infeksi virus Hepatitis B. Disarankan untuk rutin memeriksakan kadar anti HBs, jika kadar Anti HBs menurun, perlu diberikan vaksinasi ulang
    3. Jika HBsAg dan Anti HBs negatif: Pasien belum pernah terinfeksi dan belum mempunyai kekebalan terhadap infeksi Hepatitis B, disarankan untuk vaksinasi
  4. HBeAg
    Disarankan untuk diperiksa bila HBsAg positif. Bila HBeAg positif berarti penderita masih infeksius (Berpotensi menularkan virus Hepatitis B)
  5. HBV DNA
    Untuk mengetahui jumlah virus hepatitis B yang masih hidup: digunakan untuk memantau perjalanan penyakit dan terapi Hepatitis B
  6. Anti HCV
    Untuk mengetahui adanya antibody terhadap virus Hepatitis C. Anti HCV positif berarti pasien menderita Hepatitis C
  7. HCV RNA
    Untuk mengetahui jumlah virus Hepatitis C yang masih hidup, dipergunakan untuk memantau perjalanan penyakit dan terapi Hepatitis C
  8. Anti Dengue IgM dan IgG
    Untuk mengetahui adanya infeksi virus dengue, penyebab demam dengue / demam berdarah
  9. Anti Toxoplasma IgM
    Untuk mengetahu adanya infeksi akut dari Toxoplasma Gondii
  10. Anti Toxoplasma IgG
    Merupakan petanda adanya kekebalan terhadap infeksi Toxoplasma Gondii
  11. Anti CMV IgM
    Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari CMV (Cytomegalovirus)
  12. Anti CMV IgG
    Merupakan petanda adanya kekebalan terhadap infeksi CMV (Cytomegalovirus)
  13. Anti Rubella IgM
    Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari virus Rubella
  14. Anti Rubella IgG
    Merupakan petanda adanya kekebalan terhadap infeksi Rubella
  15. AntiHSV2 IgM
    Untuk mengetahui adanya infeksi akut dari virus Herpes Simpleks tipe 2
  16. Anti HSV2 IgG
    Merupakan petanda adanya kekebalan terhadap infeksi virus Herpes Simpleks tipe 2
  17. VDRL, TPHA
    VDRL dan TPHA merupakan tes skrining / penapis untuk mengetahui adanya penyakit sifilis

Pemeriksaan | Imunoserologi | Feritin | HBsAG | Hepatitis B | Anti HBs | HBeAg | HBV DNA | Anti HCV | HCV RNA | IgM | IgG | CMV | HSV2 | VDRL | TPHA |

Posting berlanjut dengan ( Baca : Pemeriksaan Petanda Tumor dan Pemeriksaan lain : Fungsi dan Artinya )

Demikian posting tentang Pemeriksaan Imunoserologi : Fungsi dan Artinya, semoga bermanfaat...

Pemeriksaan Kimia Darah : Fungsi dan Artinya

Pemeriksaan Kimia Darah : Fungsi dan Artinya | Askep kapukonline.com. Setelah sebelumnya posting ( Baca : Pemeriksaan Darah (Hematologi) : Fungsi dan Artinya )

  1. Glukosa (Sewaktu, Puasa dan 2 jam PP)
    Untuk mengetahui kadar Glukosa darah, sehingga membantu menentukan terapi pasien diabetes
  2. Cholesterol Total, Trigliserida, HDL, LDL Direk
    Untuk mengetahui profil lemak pasien, sehingga membantu menentukan terapi, memantau terapi, menentukan faktor resiko PJK dan Stroke
  3. Lp(a)
    Merupakan faktor resiko stroke
  4. Small dense-LDL
    LDL berukuran kesil dan lebih berbahaya dari LDL, merupakan faktor resiko PJK dan stroke
  5. Ureum (BUN), Kreatinin
    Untuk mengetahui fungsi ginjal
  6. Asam Urat
    Untuk mengetahui adanya penyakit Gout Arthritis (nyeri sendi karena tingginya kadar asam urat)
  7. SGOT, SGPT
    Untuk mengetahui fungsi hati, sehingga membantu mendiagnosis kelainan hati
  8. Billirubin
    Peningkatan kadar billirubin bisa terjadi karena penyakit hati dan empedu (karena radang / infeksi, sumbatan batu, tumor) atau pemecahan sel darah merah yang berlebihan
  9. Protein Total
    Untuk mengetahui apakah seseorang menderita kekurangan protein, untuk mengetahui fungsi hati (hati merupakan organ yang menghasilkan protein)
  10. Albumin
    Kekurangan albumin dapat terjadi pada penyakit hati (misalnya serosi), kekurangan gizi, kebocoran di ginjal (misalnya sindrom nefrotik)
  11. Globulin
    Penurunan kadarnya berarti terdapat gangguan kekebalan tubuh. Peningkatan kadar globulin terjadi pada infeksi, penyakit hati dan beberapa keganasan.
  12. Cholenesterase (CHE)
    Merupakan enzim hati yang dipergunakan untuk membantu menentukan apakah fungsi sintetis dari hati masih baik
  13. Alkali Fosfatase (ALP) Gamma-GT
    Meruoakan enzim yang dihasilkan oleh hati dan saluran empedu. Peningkatan kadarnya berarti kemungkinan ada kelainan (radang, infeksi, batu, tumor) pada hati dan saluran empedu
  14. Protein Elektrophoresis (SPF)
    Merupakan test untuk mengetahui proporsi (%) fraksi-fraksi protein dalam darah (albumin, a1- dan a2-globulin, b-globulin, dan g-globulin

Posting berlanjut dengan ( Baca : Pemeriksaan Imunoserologi : Fungsi dan Artinya )

Demikian posting tentang Pemeriksaan Kimia Darah : Fungsi dan Artinya, semoga bermanfaat...

Pemeriksaan Darah / Hematologi : Fungsi dan Artinya

Pemeriksaan Darah (Hematologi) : Fungsi dan Artinya | kapukonline.com

  1. Hematologi Rutin
    Mengetahui adanya kelainan darah seperti anemia (kurang darah), adanya infeksi atau kelainan sel darah putih yang lain, alergi dan gangguan pembekuan darah akibat kelainan jumlah trombosit
  2. Fibrinogen
    Pemeriksaan fibrinogen berguna untuk mengetahui adanya kelainan pembekuan darah, mengetahui adanya resiko terjadinya pembekuan darah (peningkatan resiko terjadinya Penyakit Jantung Koroner (PJK) dan Stroke dan mengetahui adanya gangguan fungsi hati
  3. Test Agregasi Trombosit (TAT)
    TAT berguna untuk mengetahui gangguan agregasi
    1. Hiperagregasi berarti peningkatan kecenderungan trombosit membentuk agregasi, sehingga meningkatkan resiko stroke dan PJK
    2. Hipoagregasi berarti trombosit "malas" membentuk bekuan, sehingga meningkatkan resiko perdarahan
  4. Golongan Darah dan Rhesus
    Untuk mengetahui golongan darah berdasar sistem ABO dan Rhesus faktor. Dalam tranfusi darah, darah donor dan darah penerima harus sesuai golongannya berdasarkan sistem ABO dan Rhesus faktor
  5. IgM Anti Salmonella Typhi
    Untuk mendeteksi penyakit Tifus

Pemeriksaan Kimia Darah : Fungsi dan Artinya

Posting berlanjut dengan ( Baca juga : Pemeriksaan Kimia Darah : Fungsi dan Artinya )

Demikian posting tentang Pemeriksaan Darah (Hematologi) : Fungsi dan Artinya, semoga bermanfaat

Leaflet Serangan Jantung dan Stroke

Leaflet Serangan Jantung dan Stroke - kapukonline.com

Serangan Jantung adalah : keadaan dimana kerja jantung terganggu karena otot jantung mengalami kerusakan akibat kekurangan suplai oksigen dan zat makanan karena gangguan peredaran darah menuju otot jantung.

Stroke : adalah gangguan fungsi otak akibat kerusakan otak karena gangguan peredaran darah menuju otak

Di Indonesia, stroke merupakan penyakit nomor tiga yang mematikan setelah setelah jantung dan kanker. Bahkan, menurut survei tahun 2004, stroke merupakan pembunuh no.1 di RS Pemerintah di seluruh penjuru Indonesia. Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut, sepertiganya bisa pulih kembali, sepertiga lainnya mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang dan sepertiga sisanya mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di tempat tidur.

Penyebab serangan jantung dan Stroke adalah sama, yaitu gangguan aliran darah menuju jantung dan otak akibat sumbatan pada pembuluh darah

PENYEBAB SERANGAN JANTUNG dan STROKE

  1. Aterosklerosis, yaitu penyempitan atau kekakuan pembuluh darah akibat timbunan lemak (Plak) di dinding pembuluh darah.
  2. Trombosis, yaitu sumbatan pada pembuluh darah kecil oleh guguran Plak aterosklerosis yang lepas dari dinding pembuluh darah karena aliran darah yang deras, misalnya tekanan darah tinggi

FAKTOR RESIKO ATEROSKLEROSIS

Faktor Utama :

  1. Dislipidemia (Kelainan profil lemak darah)
  2. Hipertensi (Tekanan darah tinggi)
  3. Diabetes Melittus (Kencing Manis)
  4. Perokok

Faktor Resiko Tambahan :

  1. Kurang aktifitas fisik
  2. Stress
  3. Kadar asam urat diatas normal (Hiperuricemia)

Dislipidemia, yaitu kadar lemak darah abnormal, ditandai dengan :

  1. Peningkatan kadar kolesterol total, trigliserida, kolesterol LDL, Apo B danLP(a)
  2. Penurunan kadar kolesterol HDL merupakan awal terjadinya plak aterosklerosis

LDL merupakan kolesterol jahat karena dapat menyusup ke dinding pembuluh darah yang menjadi awal mula terjadinya plak, terutama bila memiliki ukuran kecil dan padat, atau sering disebut Small—dense LDL. Keberadaan small-dense LDL ditandai dengan rasio kolesterol LDL direk : Apo B yang rendah (<1.2).

Guguran plak aterosklerosis meninggalkan luka pada dinding pembuluh darah. Untuk menutup bekas luka, fibrinogen diubah menjadi benang-benang fibrin. Peningkatan kadar fibrinogen merupakan salah satu faktor resiko stroke dan PJK (Penyakit Jantung Koroner)

Bekuan darah dibentuk juga oleh trombosit (sel darah yang berperan juga dalam pembekuan darah). Trombosit yang mengalami kecenderungan untuk membentuk jendalan jendalan (agregasi) merupakan faktor resiko terjadinya trombosis. Untuk itu tes Agregasi Trombosit (TAT) bermanfaat dalam menghadapi permasalahan yang berkaitan dengan trombosis atau aterosklerosis.

Akhir-akhir ini, gangguan fungsi sel yang melapisi dinding pembuluh darah bagiian dalam (sel endotel) dan proses inflamasi ditengarai juga merupakan faktor resiko stroke dan PJK.
Berkaitan dengan hal itu, peningkatan kadar homosistein dan hs-CRP dapat digunakan juga sebagai petanda untuk memperkirakan resiko terjadinya  stroke dan PJK.

Penentuan faktor resiko terhadap stroke dan serangan jantung perlu dilakukan agar kita dapat melakukan upaya-upaya pencegahan

PANEL RESIKO SERANGAN JANTUNG dan STROKE :

  1. Kolesterol Total
  2. Kolesterol HDL
  3. Kolesterol LDL direk
  4. Trigliserida
  5. Rasio kolesterol total : HDL
  6. Apo B
  7. Small-dense LDL
  8. Lp(a)
  9. Glukosa puasa dan 2 Jam PP
  10. Fibrinogen
  11. Tes Agregasi Trombosit (TAT)
  12. Homosistein
  13. Hs-CRP
  14. Asam Urat
Lakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin (6 bulan sekali) agar faktor resiko serangan jantung dan stroke dapat diketahui sedini mungkin

PENCEGAHAN SERANGAN JANTUNG dan STROKE

  1. Aspek Diet
  2. Diet gizi seimabang makanan dengan mengacu pada 4 SEHAT 5 SEMPURNA
  3. Kandungan lemak < 30% total kalori dengan rendah lemak jenuh dan cukup lemak tak jenuh
  4. Cukup serat
  5. Menghindari alkohol
  6. Olah Raga
  7. 3 – 5 kali seminggu minimal 30 menit
  8. Intensitas cukup, disesuaikan dengan usia
  9. Dipilih olah raga ritmis
  10. Obat

Bila diet dan olah raga belum dapat mengendalikan kadar gula dan profil lemak, dianjurkan menghubungi dokter agar dapat dipilih obat yang sesuai

Demikian artikel tentang Leaflet Serangan Jantung dan Stroke. Semoga membantu ... Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Leaflet Stroke

Stroke merupakan penyakit yang diakibatkan oleh gangguan aliran darah ke otak.

FAKTOR PENCETUS

Faktor resiko yang dapat mengakibatkan stroke antara lain :

  1. Tekanan darah tinggi
  2. Penyakit jantung koroner
  3. Cholesterol tinggi
  4. Penyakit kencing manis
  5. Kelainan pembekuan darah
  6. Kebiasaan merokok
  7. Obesitas / kegemukan
  8. Stress
  9. Usia lanjut
  10. Kurang aktivitas

TANDA dan GEJALA STROKE

  1. Kelemahan mendadak, mati rasa, kesemutan pada muka, kesemutan pada lengan atau kaki
  2. Kehilangan kemampuan berbicara secara tiba-tiba atau kesulitan memahami perkataan
  3. Kehilangan penglihatan mendadak pada sebelahmata atau kedua mata
  4. Sakit kepala hebat mendadak
  5. Penurunan kesadaran
  6. Kesulitan menelan
  7. Tersedak waktu makan atau minum
  8. Gangguan emosi atau daya ingat

CARA MENCEGAH STROKE

  1. Menghindari stress
  2. Menghentikan kebiasaan merokok
  3. Diet rendah garam dan lemak, memperbanyak makan sayur dan buah
  4. Olah raga teratur
  5. Mengontrol tekanan darah dan gula darah serta check up kesehatan secara teratur
  6. Kontrol teratur bila mengidap penyakit kronis seperti darah tinggi (Hipertensi), kencing manis (Diabetes Melittus), cholesterol tinggi, penyakit jantung dll
  7. Minum obat secara teratur sesuai petunjuk dokter

YANG PERLU DILAKUKAN BILA MENEMUKAN ORANG YANG MENGALAMI SERANGAN STROKE

  1. Jangan memberi makan / minum sampai dipastikan sudah sadar atau tidak ada gangguan menelan, karena dapat mengakibatkan tersedak dan menutup jalan nafas
  2. Segera bawa ke tempat pelayanan kesehatan terdekat, bila mungkin dalam 3 – 6 jam (Golden Periode)

Semoga artikel tentang Leaflet Stroke ini bermanfaat bagi anda...

Rujukan Nilai Normal Hasil Laboratorium

Berikut ini adalah Rujukan Nilai Normal Hasil Laboratorium.

Sel Darah Merah

Referensi : Unit Laboratorium RS PKU Muhammadiyah Surakarta

HASIL LABORATORIUM LENGKAP

No

PEMERIKSAAN

ANGKA NORMAL

SATUAN

HEMATOLOGI

1

HEMOGLOBIN

Lk: 13,0 – 18,0  Pr: 11,5 – 16,5

gr/dl

2

LEKOSIT

4.000 – 11.000

/mm3

3

ERYTROSIT

Lk: 4,5 – 5,5  Pr: 4,0 – 5,0

/mm3

4

HEMATOKRIT

Lk: 40 – 50  Pr: 37 - 43

%

5

TROMBOSIT

150.000 – 400.000

/mm3

6

LED 1 Jam

Lk: 0 – 10  Pr: 0 - 15

mm/jam

7

WAKTU PERDARAHAN

1 - 5

menit

8

WAKTU PEMBEKUAN

2 - 6

menit

HEMOGRAM

1

EOSINOFIL

1 - 3

%

2

BASOFIL

0 - 1

%

3

STAF

2 - 5

%

4

SEGMEN

50 - 70

%

5

LYMPHOSIT

20 - 40

%

6

MONOSIT

2 - 6

%

7

RETIKULOSIT

0,1 – 1,5

%

KIMIA DARAH

1

SGOT

Lk: < 35  Pr: < 31

U/L

2

SGPT

Lk: < 41  Pr: < 31

U/L

3

BILLIRUBIN TOTAL

0 - 1

mg/dl

4

BILLIRUBIN DIREK

0 – 0,25

Mg/dl

5

BILLIRUBIN INDIREK

0 – 0,75

Mg/dl

6

PROTEIN TOTAL

6,2 – 8,4

gr/dl

7

ALBUMIN

3,5 – 5,5

gr/dl

8

GLOBULIN

1,3 – 3,3

gr/dl

9

UREUM

10 - 50

Mg/dl

10

KREATININ

Lk: 0,9 – 1,3  Pr: 0,6 – 1,1

Mg/dl

11

ASAM URAT

Lk: 3,6 – 8,2  Pr: 2,3 – 6,1

Mg/dl

12

TRIGLISERID

< 200

Mg/dl

13

CHOLESTEROL

= 200

Mg/dl

14

HDL

Lk: 35 – 55  Pr: 45 - 65

U/L

15

LDL

< 150

Mg/dl

16

GULA DARAH PUASA

55 - 110

Mg/dl

17

GULA DARAH 2 JAM PP

55 - 115

Mg/dl

18

GULA DARAH SEWAKTU

70 - 115

Mg/dl

19

CHOLESTEROL HDL

= 35

Mg/dl

20

CHOLESTEROL LDL

= 130

Mg/dl

21

CKMB

< 24

U/L

22

ALFA HBDH

< 182

U/L

HASIL LABORATORIUM LENGKAP URINE

ANALISA URINE

URINALISA

1

WARNA

KUNING

2

KEKERUHAN

JERNIH

3

REDUKSI

NEGATIF

4

BILLIRUBIN

NEGATIF

  5

KETON

NEGATIF

  6

BERAT JENIS

7

PH

8

PROTEIN

NEGATIF

9

UROBILLINOGEN

E.U/dl

10

NITRIT

NEGATIF

SEDIMEN

1

LEKOSIT

NEGATIF

Plpb

2

ERYTROSIT

NEGATIF

Plpb

3

EPYTEL SQUAMOS

NEGATIF

Plpb

SILINDER

1

SILINDER BUTIR HALUS

NEGATIF

Plpb

2

SILINDER HYALIN

NEGATIF

Plpb

KRISTAL

1

TRIPEL PHOSPHAT

NEGATIF

Plpb

2

URIC ACID

NEGATIF

Plpb

3

CA OXALAT

NEGATIF

Plpb

4

AMORF FOSFAT

NEGATIF

Plpb

BAKTERI

NEGATIF

ANALISA FECES

1

KONSISTENSI

2

LENDIR

3

ERITROSIT

NEGATIF

4

LEKOSIT

NEGATIF

5

TELUR ASCARIS L

NEGATIF

6

TELOR CACING

NEGATIF

Nilai tersebut diatas referensi dari Unit Laboratorium RS PKU Muhammadiyah Surakarta, dimana aku bekerja.

Mungkin hasil normal akan lain di instansi yang berlaianan tergantung dari alat pemeriksaan yang digunakan, akan tetapi tidak terpaut besar tentang pembacaan angka normalnya

Semoga posting Rujukan Nilai Normal Hasil Laboratorium yang sedikit ini ada manfaatnya