Osca Perawat Membimbing Relaksasi Distraksi

Osca Perawat Membimbing Relaksasi Distraksi - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Membimbing Relaksasi Distraksi - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Memberikan Makan Lewat NGT )

 

MEMBIMBING RELAKSASI DISTRAKSI

 

 

 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Memberikan rasa nyaman kepada pasien yang mengalami nyeri dengan mmbimbing pasien untuk melakukan teknik relaksasi distraksi

TUJUAN

  1. Menghilangkan atau mengurangi nyeri
  2. Menurunkan ketegangan otot
  3. Menimbulkan perasaan aman dan damai

KEBIJAKAN

  1. Pasien dengan nyeri kronis
  2. Pasien ancietas

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

 

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap Pra Interaksi
    1. Melihat data nyeri yang lalu
    2. Melihat intervensi keperawatan yang telah diberikan oleh perawat
    3. Mengkaji program terapi yang diberikan oleh dokter
  2. Tahap Orientasi
    1. Menyapa dan menyebut nama pasien
    2. Menanyakan cara yang biasa digunakan agar rileks dan tempat yang paling disukai
    3. Menjelaskan tujuan dan prosedur
    4. Menayakan persetujuan dan kesiapan pasien
  3. Tahap Interaksi
    1. Mengatur posisi yang nyaman menurut pasien sesuai kondisi pasien (duduk / berbaring)
    2. Mengatur lingkungan yang tenang dan nyaman
    3. Meminta pasien memejamkan mata
    4. Meminta pasien untuk memfokuskan pikiran pasien pada kedua kakinya untuk dirilekskan, kemndorkan seluruh otot-otot kakinya, perintahkan pasien untuk merasakan relaksasi kedua kaki pasien
    5. Meminta pasien untuk memindahkan pikirannya pada kedua tangan pasien, kendorkan otot-otot kedua tangannya, meminta pasien untuk merasakan relaksasi keduaanya
    6. Memindahkan focus pikiran pasien pada bagian tubuhnya, memerintahkan pasien untuk merilekskan otot-otot tubuh pasien mulai dari otot pinggang sampai ke otot bahu, meminta pasien untuk merasakan relaksasi otot-otot tubuh pasien
    7. Meminta pasien untuk senyum agar otot-otot muka menjadi rileks
    8. Meminta pasien untuk memfokuskan pikiran pada masuknya udara lewat jalan nafas
    9. Membawa alam pikiran pasien menuju ketempat yang menyenangkan pasien
  4. Tahap Terminasi
    1. Mengevaluasi hasil relaksasi (skala nyeri, ekspresi)
    2. Menganjurkan pasien untuk mengulangi teknik relaksasi ini, bila pasien merasakan nyeri
    3. Berpamitan pada pasien
    4. Mendokumentasikan tindakan dan respon pasien dalam catatan perawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN MEMBIMBING RELAKSASI DISTRAKSI

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Melihat data nyeri yang lalu

2

 

 

 

2

Melihat intervensi keperawatan yang telah diberikan oleh perawat

2

 

 

 

3

Mengkaji program terapi yang diberikan oleh dokter

2

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Menyapa dan menyebut nama pasien

1

 

 

 

2

Menanyakan cara yang biasa digunakan agar rileks dan tempat yang paling disukai

3

 

 

 

3

Menjelaskan tujuan dan prosedur

3

 

 

 

4

Menayakan persetujuan dan kesiapan pasien

1

 

 

 

D

Tahap Interaksi

 

 

 

 

1

Mengatur posisi yang nyaman menurut pasien sesuai kondisi pasien (duduk/berbaring)

2

 

 

 

2

Mengatur lingkungan yang tenang dan nyaman

2

 

 

 

3

Meminta pasien memejamkan mata

2

 

 

 

4

Meminta pasien untuk memfokuskan pikiran pasien pada kedua kakinya untuk dirilekskan, kemndorkan seluruh otot-otot kakinya, perintahkan pasien untuk merasakan relaksasi kedua kaki pasien

4

 

 

 

5

Meminta pasien untuk memindahkan pikirannya pada kedua tangan pasien, kendorkan otot-otot kedua tangannya, meminta pasien untuk merasakan relaksasi keduaanya

4

 

 

 

6

Memindahkan focus pikiran pasien pada bagian tubuhnya, memerintahkan pasien untuk merilekskan otot-otot tubuh pasien mulai dari otot pinggang sampai ke otot bahu, meminta pasien untuk merasakan relaksasi otot-otot tubuh pasien

4

 

 

 

7

Meminta pasien untuk senyum agar otot-otot muka menjadi rileks

4

 

 

 

8

Meminta pasien untuk memfokuskan pikiran pada masuknya udara lewat jalan nafas

5

 

 

 

9

Membawa alam pikiran pasien menuju ketempat yang menyenangkan pasien

5

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Mengevaluasi hasil relaksasi (skala nyeri, ekspresi)

1

 

 

 

2

Menganjurkan pasien untuk mengulangi teknik relaksasi ini, bila pasien merasakan nyeri

1

 

 

 

3

Berpamitan pada pasien

1

 

 

 

4

Mendokumentasikan tindakan dan respon pasien dalam catatan perawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Membimbing Relaksasi Distraksi. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Mencuci Rambut )

Osca Perawat Memberikan Makan Lewat NGT

Osca Perawat Memberikan Makan Lewat NGT - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Memberikan Makan Lewat NGT - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Memandikan Pasien di Tempat Tidur )

 

MEMBERIKAN MAKAN LEWAT NGT

     
STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR    
PENGERTIAN Memasukkan makanan cair / obat melalui naso gastric tube
TUJUAN
  1. Mempertahankan status nutrisi
  2. Pemberian obat
KEBIJAKAN Pasien yang tidak dapat makan melalui mulut
PETUGAS Perawat
PERALATAN
  1. Air matang
  2. Makanan cair / obat
  3. Corong
  4. Spuit 5/10 cc
  5. Tissue
  6. Perlak/pengalas
  7. Bengkok
  8. Sarung tangan
PROSEDUR PELAKSANAAN
  1. Tahap PraInteraksi
    1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga / pasien
    3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy
    2. Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler/fowler (jika tidak ada kontra indikasi)
    3. Memakai sarung tangan
    4. Memasang pengalas di atas dada
    5. Memastikan letak NGT dengan cara aspirasi isi lambung
    6. Memasang corong
    7. Memasukkan air matang, membuka klem, tinggikan 30 cm, sebelum habis klem kembali
    8. Memasukkan makanan cair, membuka klem, meninggikan 30 cm, klem kembali sebelum habis
    9. Memasukkan air matang, membuka klem, tinggikan 30 cm, sebelum air habis klem kembali
    10. Menutup ujung NGT dengan spuit/klem
    11. Membersihkan sisa makanan pada pasien
    12. Merapikan pasien
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan
    2. Berpamitan dengan klien
    3. Membereskan alat-alat
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN MEMBERIKAN MAKAN LEWAT NGT

No ASPEK YANG DINILAI BOBOT NILAI
0 1 2
A ALAT        
1 Air matang 1      
2 Makanan cair/obat 2      
3 Corong 2      
4 Spuit 5/10 cc 1      
5 Tissue 1      
6 Perlak/pengalas 1      
7 Bengkok 1      
8 Sarung tangan 1      
B Tahap Pra Interaksi        
1 Melakukan pengecekan program terapi 2      
2 Mencuci tangan 1      
3 Menempatkan alat di dekat pasien 1      
C Tahap Orientasi        
1 Memberikan salam dan menyapa nama pasien 1      
2 Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien 2      
3 Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan 1      
D Tahap kerja        
1 Menjaga privacy 1      
2 Mengatur posisi pasien dalam posisi semi fowler/fowler (jika tidak ada kontra indikasi) 1      
3 Memakai sarung tangan 1      
4 Memasang pengalas di atas dada 1      
5 Memastikan letak NGT dengan cara aspirasi isi lambung 5      
6 Memasang corong 3      
7 Memasukkan air matang, membuka klem, tinggikan 30 cm, sebelum habis klem kembali 6      
8 Memasukkan makanan cair, membuka klem, meninggikan 30 cm, klem kembali sebelum habis 6      
9 Memasukkan air matang, membuka klem, tinggikan 30 cm, sebelum air habis klem kembali 6      
10 Menutup ujung NGT dengan spuit/klem 2      
11 Membersihkan sisa makanan pada pasien 1      
12 Merapikan pasien 1      
E Tahap Terminasi        
1 Melakukan evaluasi tindakan 1      
2 Berpamitan dengan klien 1      
3 Membereskan alat-alat 1      
4 Mencuci tangan 1      
5 Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan 1      
  TOTAL 50      

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Memberikan Makan Lewat NGT. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah Anda. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Membimbing Relaksasi Distraksi )

Selamat bekerja dan belajar

Osca Perawat Memandikan Pasien di Tempat Tidur

Osca Perawat Memandikan Pasien di Tempat Tidur - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Memandikan Pasien di Tempat Tidur - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Latihan ROM Ekstremitas Atas )

 

MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR

 

 

 

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Membersihkan tubuh pasien dengan air bersih dan sabun

TUJUAN

  1. Membersihkan kulit dan menghilangkan bau badan
  2. Melaksanakan kebersihan perorangan
  3. Memberikan rasa nyaman

KEBIJAKAN

Pasien yang memerlukan bantuan mandi di tempat tidur

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

  1. Pakaian bersih 1 stel
  2. Baskom mandi 2 buah
  3. Air panas dan dingin
  4. Waslap 2 buah
  5. Perlak dan handuk kecil 1 buah
  6. Handuk besar 2 buah
  7. Selimut mandi/kain penutup
  8. Celemek plastic
  9. Tempat tertutup untuk pakaian kotor
  10. Sabun mandi
  11. Bedak
  12. Sarung tangan bersih
  13. Pispot/urinal dan pengalas
  14. Botol cebok

PROSEDUR
PELAKSANAAN

  1. Tahap Pra Interaksi
    1. Melakukan verifikasi program pengobatan klien
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
    3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy
    2. Mencuci tangan
    3. Mengganti selimut klien dengan selimut mandi
    4. Melepas pakaian atas klien
      1. MEMBASUH MUKA
        • Membentangkan perlak kecil dan handuk kecil di bawah kepala
        • Menawarkan pasien menggunakan sabun atau tidak
        • Membersihkan muka, telinga dengan waslap lembab lali di keringkan
        • Menggulung perlak dan handuk
      2. MEMBASUH LENGAN
        • Menurunkan selimut mandi kebagian perut klien
        • Memasang handuk besar diatas dada klien secara melintang dan kedua tangan klien diletakkan diatas handuk
        • Membasahi tangan klien dengan waslap air bersih, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat (lakukan mulai dari ekstremitas terjauh klien)
      3. MEMBASUH DADA DAN PERUT
        • Melepas pakaian bawah klien dan menurunkan selimut hingga perut bagian bawah, kedua tangan diletakkan diatas bagian kepala, membentangkan handuk pada sisi klien
        • Membasuh ketiak dan dada serta perut dengan waslap basah, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat dan dikeringkan, kemudian menutup dengan handuk
      4. MEMBASUH PUNGGUNG
        • Memiringkan pasien kearah perawat
        • Membentangkan handuk di belakang punggung hingga bokong
        • Membasahi punggung hingga bokong dengan waslap, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat dan dikeringkan
        • Memberi bedak pada punggung
        • Mengembalikan ke posisi terlentang, kemudian membantu pasien mengenakan pakaian
      5. MEMBASUH KAKI
        • Mengeluarkan kaki pasien dari selimut mandi dengan benar
        • Membentangkan handuk dibawah kaki tersebut, menekuk lutut
        • Membasahi kaki mulai dari pergelangan sampai pangkal paha, disabun, dibilas dengan air bersih, kemudian dikeringkan
        • Melakukan tindakan yang sama untuk kaki yang lain
      6. MEMBASUH DAERAH LIPAT PAHA DAN GENITAL
        • Membentangkan handuk dibawah bokong, kemudian selimut mandi bagian bawah dibuka
        • Membasahi daerah lipat paha dan genital dengan air, disabun, dibilas, kemudian dikeringkan
        • Mengangkat handuk, membantu mengenakan pakaian bawah klien
        • Merapikan klien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur
    5. Tahap Terminasi
      1. Mengevaluasi hasil tindakan
      2. Berpamitan dengan pasien
      3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
      4. Mencuci tangan
      5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN MEMANDIKAN PASIEN DITEMPAT TIDUR

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

1

Pakaian bersih 1 stel

0,5

 

 

 

2

Baskom mandi 2 buah

0,5

 

 

 

3

Air panas dan dingin

0,5

 

 

 

4

Waslap 2 buah

0,5

 

 

 

5

Perlak dan handuk kecil 1 buah

0,5

 

 

 

6

Handuk besar 2 buah

0,5

 

 

 

7

Selimut mandi/kain penutup

0,5

 

 

 

8

Celemek plastic

0,5

 

 

 

9

Tempat tertutup untuk pakaian kotor

0,5

 

 

 

10

Sabun mandi

0,5

 

 

 

11

Bedak

0,5

 

 

 

12

Sarung tangan bersih

0,5

 

 

 

13

Pispot/urinal dan pengalas

0,5

 

 

 

14

Botol cebok

0,5

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Melakukan verifikasi program pengobatan klien

0,5

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Menempatkan alat didekat pasien dengan benar

0,5

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga

1

 

 

 

3

Menayakan kesiapan klien sebelum tindakan dilakukan

1

 

 

 

D

Tahap Kerja

 

 

 

 

1

Menjaga privacy

1

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Mengganti selimut klien dengan selimut mandi

1

 

 

 

4

Melepas pakaian atas klien

1

 

 

 

 

MEMBASUH MUKA

 

 

 

 

5

Membentangkan perlak kecil dan handuk kecil di bawah kepala

1

 

 

 

6

Menawarkan pasien menggunakan sabun atau tidak

2

 

 

 

7

Membersihkan muka, telinga dengan waslap lembab lali di keringkan

2

 

 

 

8

Menggulung perlak dan handuk

1

 

 

 

 

MEMBASUH LENGAN

 

 

 

 

9

Menurunkan selimut mandi kebagian perut klien

1

 

 

 

10

Memasang handuk besar diatas dada klien secara melintang dan kedua tangan klien diletakkan diatas handuk

2

 

 

 

11

Membasahi tangan klien dengan waslap air bersih, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat (lakukan mulai dari ekstremitas terjauh klien)

2

 

 

 

 

MEMBASUH DADA DAN PERUT

 

 

 

 

12

Melepas pakaian bawah klien dan menurunkan selimut hingga perut bagian bawah, kedua tangan diletakkan diatas bagian kepala, membentangkan handuk pada sisi klien

1

 

 

 

13

Membasuh ketiak dan dada serta perut dengan waslap basah, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat dan dikeringkan, kemudian menutup dengan handuk

2

 

 

 

 

MEMBASUH PUNGGUNG

 

 

 

 

14

Memiringkan pasien kearah perawat

1

 

 

 

15

Membentangkan handuk di belakang punggung hingga bokong

1

 

 

 

16

Membasahi punggung hingga bokong dengan waslap, disabun, kemudian dibilas dengan air hangat dan dikeringkan

2

 

 

 

17

Memberi bedak pada punggung

1

 

 

 

18

Mengembalikan ke posisi terlentang, kemudian membantu pasien mengenakan pakaian

1

 

 

 

 

MEMBASUH KAKI

 

 

 

 

19

Mengeluarkan kaki pasien dari selimut mandi dengan benar

1

 

 

 

20

Membentangkan handuk dibawah kaki tersebut, menekuk lutut

1

 

 

 

21

Membasahi kaki mulai dari pergelangan sampai pangkal paha, disabun, dibilas dengan air bersih, kemudian dikeringkan

2

 

 

 

22

Melakukan tindakan yang sama untuk kaki yang lain

1

 

 

 

 

MEMBASUH DAERAH LIPAT PAHA DAN GENITAL

 

 

 

 

23

Membentangkan handuk dibawah bokong, kemudian selimut mandi bagian bawah dibuka

1

 

 

 

24

Membasahi daerah lipat paha dan genital dengan air, disabun, dibilas, kemudian dikeringkan

2

 

 

 

25

Mengangkat handuk, membantu mengenakan pakaian bawah klien

1

 

 

 

26

Merapikan klien, ganti selimut mandi dengan selimut tidur

1

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Mengevaluasi hasil tindakan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan pasien

1

 

 

 

3

Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

0,5

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

0,5

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Osca Perawat Memandikan Pasien di Tempat Tidur. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Memberi Makan Lewat NGT )

Osca Perawat Latihan ROM Ekstremitas Atas

Osca Perawat Latihan ROM Ekstremitas Atas - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Latihan ROM Ekstremitas Atas - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Latihan ROM Ekstremitas Bawah )

 

LATIHAN R.O.M EKSTREMITAS ATAS

 

 

 

STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Menggerakkan sendi ekstremitas atas secara aktif atau pasif

TUJUAN

  1. Menjaga dan mengembalikan kelenturan sendi
  2. Meningkatkan vaskularisasi

KEBIJAKAN

Klien dengan keterbatasan rentang gerak dan immobilisasi

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

Penghangat / WWZ dan sarungnya

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap PraInteraksi
    1. Mengecek program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menyiapkan alat
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
    3. Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy pasien
    2. Menghangatkan sendi yang akan dilatih selama
    3. Melatih sendi-sendi secara bergantian
      1. Bahu:
        • Menggerakkan lengan Abduksi-Adduksi
        • Menggerakkan lengan Fleksi-Ekstensi
        • Menggerakkan lengan Hiperekstensi-posisi anatomi
      2. Siku: menggerakkan lengan bawah Fleksi-Ekstensi
      3. Lengan bawah: menggerakkan Pronasi-Supinasi
      4. Pergelangan tangan:
        • Menggerakkan Fleksi radialis
        • Menggerakkan Fleksi ulnaris
        • Menggerakkan Hiperekstensi-Fleksi
      5. Jari-jari
        • Menggerakkan Abduksi - Adduksi
        • Menggerakkan Fleksi-Ekstensi
      6. Merapikan pasien
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan
    2. Berpamitan dengan klien
    3. Membereskan alat-alat
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN LATIHAN ROM EKSTREMITAS ATAS

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

 

Penghangat/buli-buli panas dengan sarungnya

2

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Melakukan verifikasi program terapi

2

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

1

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam menyapa nama pasien

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien

2

 

 

 

3

Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

1

 

 

 

D

Tahap kerja

 

 

 

 

1

Menghangatkan sendi yang akan dilatih selama

3

 

 

 

2

Melatih sendi-sendi secara bergantian

 

 

 

 

 

a. Bahu : Menggerakkan lengan Abduksi-Adduksi

 

 

 

Menggerakkan lengan Fleksi-Ekstensi

3

     
Menggerakkan lengan Hiperekstensi-posisi anatomi

3

     

 

b. Siku: menggerakkan lengan bawah Fleksi-Ekstensi

3

 

 

 

 

 

c. Lengan bawah : menggerakkan Pronasi-Supinasi

3

 

 

 

 

d. Pergelangan tangan : Menggerakkan Fleksi radialis

3

 

 

 

Menggerakkan Fleksi ulnaris

3

     
Menggerakkan Hiperekstensi-Fleksi

3

     

 

e. Jari-jari : Menggerakkan Abduksi- Adduksi

3

 

 

 

Menggerakkan Fleksi-Ekstensi

1

     

3

Merapikan pasien

1

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Merapikan pasien

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan klien

1

 

 

 

3

Membereskan alat-alat

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Latihan ROM Ekstremitas Atas. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Memandikan Pasien di Tempat Tidur )

Osca Perawat Latihan ROM Ekstremitas Bawah

Osca Perawat Latihan ROM Ekstremitas Bawah - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Latihan ROM Ekstremitas Bawah - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting (Baca : Osca Perawat Latihan Nafas Dalam)

 

LATIHAN R.O.M EKSTREMITAS BAWAH

 

 

 

STANDAR
OPERASIONAL
PROSEDUR

 

PENGERTIAN

Menggerakkan sendi ekstremitas bawah secara aktif atau pasif

TUJUAN

  1. Menjaga dan mengembalikan kelenturan sendi
  2. Meningkatkan vaskularisasi

KEBIJAKAN

Klien dengan keterbatasan rentang gerak dan immobilisasi

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

Penghangat/WWZ dan sarungnya

PROSEDUR
PELAKSANAAN

  1. Tahap Pra Interaksi
    1. Melakukan verifikasi program pengobatan klien
    2. Mencuci tangan
    3. Menyiapkan alat
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
    3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy pasien
    2. Menghangatkan sendi yang akan dilatih selama
    3. Melatih sendi-sendi secar bergantian:
      1. Panggul:
        1. Menggerakkan kaki Abduksi – Adduksi
        2. Menggerakkan kaki Fleksi – Ekstensi
        3. Menggerakkan kaki Hiperekstensi – posisi Anatomi
        4. Rotasi keluar – kedalam
      2. Lutut: Menggerakkan lengan bawah Fleksi – Ekstensi
      3. Pergelangan kaki:
        1. Menggerakkan Dorsal Fleksi – Ekstensi
        2. Menggerakkan Supinasi – Pronasi
    4. Merapikan pasien
  4. Tahap Terminasi
    1. Mengevaluasi hasil tindakan
    2. Berpamitan dengan pasien
    3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN LATIHAN R.O.M EKSTREMITAS BAWAH

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

 

Penghangat/WWZ dan sarungnya

2

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Melakukan verifikasi program pengobatan klien

2

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Menempatkan alat didekat pasien dengan benar

1

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga

2

 

 

 

3

Menayakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum tindakan dilakukan

1

 

 

 

D

Tahap Kerja

 

 

 

 

1

Menghangatkan sendi yang akan dilatih selama

3

 

 

 

2

Melatih sendi-sendi secar bergantian:

 

 

 

 

 

a. Panggul :

Menggerakkan kaki Abduksi – Adduksi

5

 

 

 

Menggerakkan kaki Fleksi – Ekstensi

4

 

 

 

Menggerakkan kaki Hiperekstensi – posisi Anatomi

4

 

 

 

Rotasi keluar – kedalam

4

 

 

 

 

b. Lutut :

Menggerakkan lengan bawah Fleksi – Ekstensi

5

 

 

 

 

c. Pergelangan kaki :

Menggerakkan Dorsal Fleksi – Ekstensi

5

 

 

 

Menggerakkan Supinasi – Pronasi

4

 

 

 

3

Merapikan pasien

1

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Mengevaluasi hasil tindakan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan pasien

1

 

 

 

3

Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Latihan ROM Ekstremitas Bawah. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Latihan ROM Ekstremitas Atas )

Osca Perawat Latihan Nafas Dalam

Osca Perawat Latihan Nafas Dalam - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Latihan Nafas Dalam - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting (Baca : Osca Perawat Inhalasi Nebulizer)

 

LATIHAN NAFAS DALAM

 

 

 

STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Melatih pasien melakukan nafas dalam

TUJUAN

  1. Meningkatkan kapasitas paru
  2. Mencegah atelektasis

KEBIJAKAN

Pasien dengan gangguan paru obstruktif dan restriktif

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

-

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap PraInteraksi
    1. Mengecek program terapi
    2. Mencuci tangan
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
    3. Menanyakan persetujuan / kesiapan pasien
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy pasien
    2. Mempersiapkan pasien
    3. Meminta pasien meletakkan satu tangan di dada dan satu tangan di abdomen
    4. Melatih pasien melakukan nafas perut (menarik nafas dalam melalui hidung hingga 3 hitungan, jaga mulut tetap tertutup)
    5. Meminta pasien merasakan mengembangnya abdomen (cegah lengkung pada punggung)
    6. Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan
    7. Meminta menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan (lewat mulut, bibir seperti meniup)
    8. Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot
    9. Merapikan pasien
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan
    2. Berpamitan dengan klien
    3. Mencuci tangan
    4. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN LATIHAN NAFAS DALAM

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Cek Program terapi

1

 

 

 

2

Cuci tangan

1

 

 

 

B

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien

2

 

 

 

3

Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

1

 

 

 

C

Tahap kerja

 

 

 

 

1

Menjaga privacy pasien

1

 

 

 

2

Mempersiapkan pasien

3

 

 

 

3

Meminta pasien meletakkan satu tangan di dada dan satu tangan di abdomen

4

 

 

 

4

Melatih pasien melakukan nafas perut (menarik nafas dalam melalui hidung hingga 3 hitungan, jaga mulut tetap tertutup)

6

 

 

 

5

Meminta pasien merasakan mengembangnya abdomen (cegah lengkung pada punggung)

5

 

 

 

6

Meminta pasien menahan nafas hingga 3 hitungan

6

 

 

 

7

Meminta menghembuskan nafas perlahan dalam 3 hitungan (lewat mulut, bibir seperti meniup)

6

 

 

 

8

Meminta pasien merasakan mengempisnya abdomen dan kontraksi dari otot

5

 

 

 

9

Menjelaskan pada pasien untuk melakukan latihan inin bila mengalami sesak nafas

3

 

 

 

10

Merapikan pasien

1

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Melakukan evaluasi tindakan

2

 

 

 

2

Berpamitan dengan klien

1

 

 

 

3

Mencuci tangan

1

 

 

 

4

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Latihan Nafas Dalam. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan (Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Latihan Rom Ekstremitas Bawah)

Osca Perawat Inhalasi Nebulizer

Osca Perawat Inhalasi Nebulizer - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Inhalasi Nebulizer - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting (Baca : Osca Perawat Inhalasi Manual)

 

INHALASI NEBULIZER

 

 

 

STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Pemberian inhalasi uap dengan obat/tanpa obat menggunakan nebulator.

TUJUAN

  1. Mengencerkan sekret agar mudah dikeluarkan
  2. Melonggarkan jalan nafas

KEBIJAKAN

  1. Pasien yang mengalami kesulitan mengeluarkan sekret
  2. Pasien yang mengalami penyempitan jalan nafas

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

  1. Set nebulizer
  2. Obat bronkodilator
  3. Bengkok 1 buah
  4. Tissue
  5. Spuit 5 cc
  6. Aquades
  7. Tissue

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap PraInteraksi
    1. Mengecek program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menyiapkan alat
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam dan sapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan  dan prosedur pelaksanaan
    3. Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy pasien
    2. Mengatur pasien dalam posisi duduk
    3. Menempatkan meja/troly di depan pasien yang berisi set nebulizer
    4. Mengisi nebulizer dengan aquades sesuai takaran
    5. Memastikan alat dapat berfungsi dengan baik
    6. Memasukkan obat sesuai dosis
    7. Memasang masker pada pasien
    8. Menghidupkan nebulizer dan meminta pasien nafas dalam sampai obat habis
    9. Bersihkan mulut dan hidung dengan tissue
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan
    2. Berpamitan dengan pasien/keluarga
    3. Membereskan alat
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN INHALASI NEBOLIZER

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

1

Set nebulizer

2

 

 

 

2

Obat bronkodilator

2

 

 

 

3

Bengkok 1 buah

1

 

 

 

4

Tissue

1

 

 

 

5

Spuit 5 cc

1

 

 

 

6

Aquades

1

 

 

 

7

Tissue

1

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Melakukan verifikasi program pengobatan klien.

2

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Menempatkan alat di dekat pasien

1

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam dan menyapa nama pasien

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien

2

 

 

 

3

Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

1

 

 

 

D

Tahap kerja

 

 

 

 

1

Menjaga privacy pasien

1

 

 

 

2

Mengatur pasien dalam posisi duduk

3

 

 

 

3

Menempatkan meja/troly di depan pasien yang berisi set nebulizer

3

 

 

 

4

Mengisi nebulizer dengan aquades sesuai takaran

4

 

 

 

5

Memastikan alat dapat berfungsi dengan baik

3

 

 

 

6

Memasukkan obat sesuai dosis

4

 

 

 

7

Memasang masker pada pasien

4

 

 

 

8

Menghidupkan nebulizer dan meminta pasien nafas dalam sampai obat habis

5

 

 

 

9

Bersihkan mulut dan hidung dengan tissue

1

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Melakukan evaluasi tindakan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan klien

1

 

 

 

3

Membereskan  alat-alat

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Inhalasi Nebulizer. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan (Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Latihan Nafas Dalam)