Osca Perawat Perawatan Tali Pusat

Osca Perawat Perawatan Tali Pusat - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Perawatan Tali Pusat - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Perawatan Luka Perineum )

 

PERAWATAN TALI PUSAT

 

 

 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Memberikan perawatan tali pusat pada bayi dimulai hari 1 kelahiran sampai dengan tali pusat lepas (puput)

TUJUAN

Mencegah terjadinya infeksi

KEBIJAKAN

Mulai dilakukan pada bayi baru lahir sampai dengan tali pusat lepas (puput)

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

  1. Kassa steril dalam tempatnya
  2. Alkohol 70% pada tempatnya
  3. Bengkok 1 buah
  4. Perlak dan pengalas

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap Pra Interaksi
    1. Mengecek program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menyiapkan alat
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
    3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
  3. Tahap Kerja
    1. Pasang perlak dan pengalas disamping kanan bayi
    2. Bersihkan tali pusat dengan kassa Alkohol 70%
    3. Bila tali pusat masih basah, bersihkan dari arah ujung ke pangkal
    4. Bila tali pusat sudah kering, bersihkan dari arah pangkal ke ujung
    5. Setelah selesai, pakaian bayi dikenakan kembali. Sebaiknya bayi tidak boleh dipakaikan gurita karena akan membuat lembab daerah tali pusat sehingga kuman/bakteri tumbuh subur dan akhirnya menghambat penyembuhan. Tetapi juga harus dilihat kebiasaan orang tua/ibu (personal hygiene)
  4. Tahap Terminasi
    1. Mengevaluasi hasil tindakan yang baru dilakukan
    2. Berpamitan dengan pasien
    3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN PERAWATAN TALI PUSAT

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

1

Kassa steril dalam tempatnya

1

 

 

 

2

Alkohol 70% pada tempatnya

1

 

 

 

3

Bengkok 1 buah

1

 

 

 

4

Perlak dan pengalas

1

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Mengecek program terapi

1

 

 

 

2

Mencuci tangan

2

 

 

 

3

Menyiapkan alat

1

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien

2

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga

1

 

 

 

3

Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

1

 

 

 

D

Tahap Kerja

 

 

 

 

1

Pasang perlak dan pengalas disamping kanan bayi

1

 

 

 

2

Bersihkan tali pusat dengan kassa Alkohol 70%

10

 

 

 

3

Bila tali pusat masih basah, bersihkan dari arah ujung ke pangkal. Bila tali pusat sudah kering, bersihkan dari arah pangkal ke ujung

14

 

 

 

4

Setelah selesai, pakaian bayi dikenakan kembali. Sebaiknya bayi tidak boleh dipakaikan gurita karena akan membuat lembab daerah tali pusat sehingga kuman/bakteri tumbuh subur dan akhirnya menghambat penyembuhan. Tetapi juga harus dilihat kebiasaan orang tua/ibu (personal hygiene)

10

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Mengevaluasi hasil tindakan yang baru dilakukan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan pasien

1

 

 

 

3

Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Terapi Bermain dan Penilaian Perkembangan Anak )

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Tali Pusat. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Osca Perawat Perawatan Luka Perineum

Osca Perawat Perawatan Luka Perineum - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Perawatan Luka Perineum - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Perawatan Luka Lecet )

 

PERAWATAN LUKA PERINEUM

 

 

 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Memberikan tindakan pada vulva untuk menjaga kebersihannya

TUJUAN

  1. Untuk mencegah terjadinya infeksi di daerah vulva, perineum maupun uterus
  2. Untuk penyembuhan luka perineum/jahitan pada perineum
  3. Untuk kebersihan perineum dan vulva
  4. Memberikan rasa nyaman pasien

KEBIJAKAN

Dilakukan pada ibu setelah melahirkan

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

  1. Bak instrument berisi: Kassa dan pinset anatomis
  2. Perlak dan pengalas
  3. Selimut mandi
  4. Hand schoen 1 pasang
  5. Bengkok 2 buah
  6. Tas plastic 2 buah
  7. Kom berisi kapas basah (air dan kapas direbus bersama)
  8. Celana dalam dan pembalut wanita
  9. Pispot
  10. Botol cebok berisi air hangat
  11. Obat luka perineum

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap Pra Interaksi
    1. Melakukan verifikasi program pengobatan klien
    2. Mencuci tangan
    3. Menyiapkan alat
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam kepada pasien dan sapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
    3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
  3. Tahap Kerja
    1. Memasang sampiran/menjaga privacy
    2. Memasang selimut mandi
    3. Mengatur posisi pasien dorsal recumbent
    4. Memasang alas dan perlak dibawah pantat
    5. Melepas celana dan pembalut kemudian memasang pispot, sambil memperhatikan lochea. Celana dan pembalut dimasukkan dalam tas plastic yang berbeda
    6. Mempersilahkan pasien untuk BAK/BAB bila ingin
    7. Perawat memakai sarung tangan kiri
    8. Mengguyur vulva dengan air matang
    9. Mengambil pispot
    10. Meletakkan bengkok ke dekat vulva
    11. Memakai sarung tangan kanan, kemudian mengambil kapas basah.
    12. Membuka vulva dengan ibu jari dan jari telunjuk kiri
    13. Membersihkan vulva mulai dari labia mayora kiri, labia mayora kanan, labia minora kiri, labia minora kanan, vestibulum, perineum. Arah dari atas ke bawah dengan kapas basah (1 kapas, 1 kali usap)
    14. Mengobati luka dan menutup luka dengan kassa steril
    15. Memasang celana dalam dan pembalut wanita
    16. Mengambil alas, perlak dan bengkok
    17. Merapikan pasien, mengambil selimut mandi
  4. Tahap Terminasi
    1. Mengevaluasi hasil tindakan yang baru dilakukan
    2. Berpamitan dengan pasien
    3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN PERAWATAN LUKA PERINEUM

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

1

Bak instrument berisi: Kassa dan pinset anatomis

1

 

 

 

2

Perlak dan pengalas

0,5

 

 

 

3

Selimut mandi

0,5

 

 

 

4

Hand schoen 1 pasang

1

 

 

 

5

Bengkok 2 buah

1

 

 

 

6

Tas plastic 2 buah

0,5

 

 

 

7

Kom berisi kapas basah (air dan kapas direbus bersama)

2

 

 

 

8

Celana dalam dan pembalut wanita

0,5

 

 

 

9

Pispot

0,5

 

 

 

10

Botol cebok berisi air hangat

0,5

 

 

 

11

Obat luka perineum

1

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Cek  program terapi

1

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Menyiapkan alat

2

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam dan menyapa nama pasien

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga

2

 

 

 

3

Menayakan persetujuan dan kesiapan klien sebelum tindakan dilakukan

1

 

 

 

D

Tahap Kerja

 

 

 

 

1

Memasang sampiran/menjaga privacy

1

 

 

 

2

Memasang selimut mandi

1

 

 

 

3

Mengatur posisi pasien dorsal recumbent

1

 

 

 

4

Memasang alas dan perlak dibawah pantat

1

 

 

 

5

Melepas celana dan pembalut kemudian memasang pispot, sambil memperhatikan lochea. Celana dan pembalut dimasukkan dalam tas plastic yang berbeda

3

 

 

 

6

Mempersilahkan pasien untuk BAK/BAB bila ingin

1

 

 

 

7

Perawat memakai sarung tangan kiri

1

 

 

 

8

Mengguyur vulva dengan air matang

2

 

 

 

9

Mengambil pispot

1

 

 

 

10

Meletakkan bengkok ke dekat vulva

1

 

 

 

11

Memakai sarung tangan kanan, kemudian mengambil kapas basah.

2

 

 

 

12

Membuka vulva dengan ibu jari dan jari telunjuk kiri

2

 

 

 

13

Membersihkan vulva mulai dari labia mayora kiri, labia mayora kanan, labia minora kiri, labia minora kanan, vestibulum, perineum. Arah dari atas ke bawah dengan kapas basah (1 kapas, 1 kali usap)

5

 

 

 

14

Mengobati luka dan menutup luka dengan kassa steril

2

 

 

 

15

Memasang celana dalam dan pembalut wanita

2

 

 

 

16

Mengambil alas, perlak dan bengkok

1

 

 

 

17

Merapikan pasien, mengambil selimut mandi

1

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Mengevaluasi hasil tindakan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan pasien

1

 

 

 

3

Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Luka Perineum. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Tali Pusat )

Osca Perawat Perawatan Luka Lecet

Osca Perawat Perawatan Luka Lecet - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Perawatan Luka Lecet - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Perawatan Luka Bakar )

 

PERAWATAN LUKA LECET

 

 

 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Melakukan tindakan perawatan membersihkan dan mengobati luka lecet

TUJUAN

  1. Mencegah infeksi
  2. Membantu penyembuhan luka

KEBIJAKAN

Dilakukan pada luka lecet

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

Bak instrument yang berisi :

  1. Pinset anatomis
  2. Lidi kapas

Peralatan lain terdiri dari :

  1. Sarung tangan
  2. Desinfektan
  3. NaCl 0,9%
  4. Bengkok 2 buah, 1 berisi larutan desinfektan

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap Pra Interaksi
    1. Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
    3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy
    2. Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas dan buka pakaian seperlunya
    3. Membuka peralatan
    4. Memakai sarung tangan
    5. Membersihkan luka dengan menggunakan cairan NaCl 0,9%
    6. Mengeringkan dengan kassa steril
    7. Mengoleskan desinfektan
    8. Merapikan pasien
  4. Tahap Terminasi
    1. Mengevaluasi hasil tindakan
    2. Berpamitan dengan pasien
    3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN PERAWATAN LUKA LECET

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

 

Bak instrument yang berisi:

 

 

 

 

1

Pinset anatomis

2

 

 

 

2

Lidi kapas

1

 

 

 

 

Peralatan lain terdiri dari:

 

 

 

 

3

Sarung tangan

1

 

 

 

4

Desinfektan

2

 

 

 

5

NaCl 0,9%

2

 

 

 

6

Bengkok 2 buah, 1 berisi larutan desinfektan

1

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Melakukan verifikasi data sebelumnya bila ada

1

 

 

 

2

Mencuci tangan

2

 

 

 

3

Menempatkan alat didekat pasien dengan benar

2

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien / keluarga

2

 

 

 

3

Menayakan kesiapan klien sebelum tindakan dilakukan

1

 

 

 

D

Tahap Kerja

 

 

 

 

1

Menjaga privacy

1

 

 

 

2

Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas dan buka pakaian seperlunya

2

 

 

 

3

Membuka peralatan

2

 

 

 

4

Memakai sarung tangan

3

 

 

 

5

Membersihkan luka dengan menggunakan cairan NaCl 0,9%

7

 

 

 

6

Mengeringkan dengan kassa steril

3

 

 

 

7

Mengoleskan desinfektan

7

 

 

 

8

Merapikan pasien

2

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Mengevaluasi hasil tindakan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan pasien

1

 

 

 

3

Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Luka Lecet. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Luka Perineum )

Osca Perawat Perawatan Luka Bakar

Osca Perawat Perawatan Luka Bakar - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Perawatan Luka Bakar - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Perawatan Luka Kotor )

 

PERAWATAN LUKA BAKAR

 

 

 

STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Melakukan tindakan perawatan terhadap luka bakar

TUJUAN

  1. Mencegah infeksi pada luka
  2. Mempercepat penyembuhan pada luka

KEBIJAKAN

Pasien yang mengalami luka bakar

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

Bak instrument yang berisi :

  1. Pinset anatomis
  2. Pinset chirurgis
  3. Gunting debridemand
  4. Kassa steril
  5. Kom: 3 buah

Peralatan lain terdiri dari :

  1. Spuit 5 cc atau 10 cc
  2. Sarung tangan
  3. Gunting plester
  4. Plester atau perekat
  5. Desinfektant
  6. NaCl 0,9%
  7. Bengkok 2 buah, 1 buah berisi larutan desinfektant
  8. Verband
  9. Obat luka sesuai kebutuhan

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap Pra Interaksi
    1. Melakukan verifikasi program pengobatan klien
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam sebagai pendekatan therapeutic
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga
    3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy
    2. Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
    3. Membuka peralatan
    4. Memakai sarung tangan
    5. Membuka balutan dengan hati-hati, bila sulit basahi dengan NaCl 0,9%
    6. Membersihkan luka dengan menggunakan NaCl 0,9%
    7. Melakukan debridemand bila terdapat jaringan nekrotik. (Bila ada bulla jangan dipecah, tapi dihisap dengan spuit steril setelah hari ke-3)
    8. Membersihkan luka dengan NaCl 0,9%
    9. Mengeringkan luka dengan mengguanakan kassa steril
    10. Memberikan obat topical sesuai order pada luka
    11. Menutup luka dengan kassa steril, kemudian dipasang verband dan diplester
    12. Memasang verband dan plester
    13. Merapikan pasien
  4. Tahap Terminasi
    1. Mengevaluasi hasil tindakan
    2. Berpamitan dengan pasien
    3. Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN PERAWATAN LUKA BAKAR

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

 

Bak instrument yang berisi:

 

 

 

 

1

Pinset anatomis

1

 

 

 

2

Pinset chirurgis

1

 

 

 

3

Gunting debridemand

1

 

 

 

4

Kassa steril

1

 

 

 

5

Kom: 3 buah

1

 

 

 

 

Peralatan lain terdiri dari:

 

 

 

 

6

Spuit 5 cc atau 10 cc

1

 

 

 

7

Sarung tangan

1

 

 

 

8

Gunting plester

0,5

 

 

 

9

Plester atau perekat

0,5

 

 

 

10

Desinfektant

1

 

 

 

11

NaCl 0,9%

1

 

 

 

12

Bengkok 2 buah, 1 buah berisi larutan desinfektant

1

 

 

 

13

Verband

0,5

 

 

 

14

Obat luka sesuai kebutuhan

1

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Melakukan verifikasi program pengobatan klien

2

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Menempatkan alat didekat pasien dengan benar

1

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam sebagai pendekatan terapeutik

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada klien/keluarga

2

 

 

 

3

Menayakan kesiapan klien sebelum tindakan dilakukan

1

 

 

 

D

Tahap Kerja

 

 

 

 

1

Menjaga privacy

1

 

 

 

2

Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas

1

 

 

 

3

Membuka peralatan

1

 

 

 

4

Memakai sarung tangan

1

 

 

 

5

Membuka balutan dengan hati-hati, bila sulit basahi dengan NaCl 0,9%

3

 

 

 

6

Mem,bersihkan luka dengan menggunakan NaCl 0,9%

3

 

 

 

7

Melakukan debridemand bila terdapat jaringan nekrotik. (Bila ada bula jangan dipecah, tapi dihisap dengan spuit steril setelah hari ke-3)

5

 

 

 

8

Membersihkan luka dengan NaCl 0,9%

3

 

 

 

9

Mengeringkan luka dengan mengguanakan kassa steril

1

 

 

 

10

Memberikan obat topical sesuai order pada luka

2

 

 

 

11

Menutup luka dengan kassa steril, kemudian dipasang verband dan diplester

1

 

 

 

12

Memasang verband dan plester

1

 

 

 

13

Merapikan pasien

1

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Mengevaluasi hasil tindakan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan pasien

1

 

 

 

3

Membereskan dan kembalikan alat ke tempat semula

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Luka Bakar. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Luka Lecet )

Osca Perawat Perawatan Luka Kotor

Osca Perawat Perawatan Luka Kotor - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Perawatan Luka Kotor - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Perawatan Kateter Wanita )

 

PERAWATAN LUKA KOTOR

 

 

 

STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Melakukan tindakan perawatan : mengganti balutan, membersihkan luka pada luka kotor

TUJUAN

  1. Mencegah infeksi
  2. Membantu penyembuhan luka

KEBIJAKAN

Dilakukan pada luka kotor

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

Bak Instrumen yang berisi:

  1. Pinset anatomi
  2. Pinset chirurgis
  3. Gunting debridemand
  4. Kasa steril
  5. Kom: 3 buah

Peralatan lain terdiri dari:

  1. Sarung tangan
  2. Gunting plester
  3. Plester/perekat
  4. Alkohol 70 % / Wash bensin
  5. Desinfektant
  6. NaCl 0,9 %
  7. Bengkok 2 buah, 1 buah berisi larutan desinfektan
  8. Verband
  9. Obat luka sesuai kebutuhan

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap PraInteraksi
    1. Melakukan verifikasi program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/pasien
    3. Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan
  3. Tahap Kerja
    1. Menjaga privacy
    2. Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas
    3. Membuka peralatan
    4. Memakai sarung tangan
    5. Membasahi plester dengan alcohol/wash bensin dan buka menggunakan pinset
    6. Membuka balutan lapis luar
    7. Membersihkan sekitar luka dan bekas plester
    8. Membuka balutan lapis dalam
    9. Menekan tepi luka (sepanjang luka) untuk mengeluarkan pus
    10. Melakukan debridement
    11. Membersihkan luka dengan cairan NaCl
    12. Melakukan kompres desinfektan dan tutup dengan kasa
    13. Memasang plester atau verband
    14. Merapikan pasien
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan yang dilakukan
    2. Berpamitan dengan klien
    3. Membereskan alat-alat
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN PERAWATAN LUKA KOTOR

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

 

Bak Instrumen yang berisi:

 

 

 

 

1

Pinset anatomi

1

 

 

 

2

Pinset chirurgis

1

 

 

 

3

Gunting debridemand

2

 

 

 

4

Kasa steril

1

 

 

 

5

Kom: 3 buah

1

 

 

 

 

Pe ralatan lain terri dari

 

 

 

 

6

Sarung tangan

1

 

 

 

7

Gunting plester

1

 

 

 

8

Plester/perekat

1

 

 

 

9

Alkohol 70 % / Wash bensin

1

 

 

 

10

Desinfektant

1

 

 

 

11

NaCl 0,9 %

1

 

 

 

12

Bengkok 2 buah, 1 buah berisi larutan desinfektan

1

 

 

 

13

Verband

1

 

 

 

14

Obat luka sesuai kebutuhan

1

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Melakukan verifikasi program terapi

2

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Menempatkan alat di dekat pasien dengan benar

1

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam menyapa nama pasien

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur tindakan pada keluarga/klien

2

 

 

 

3

Menanyakan kesiapan klien sebelum kegiatan dilakukan

1

 

 

 

D

Tahap kerja

 

 

 

 

1

Menjaga privacy

1

 

 

 

2

Mengatur posisi pasien sehingga luka dapat terlihat jelas

1

 

 

 

3

Membuka peralatan

1

 

 

 

4

Memakai sarung tangan

1

 

 

 

5

Membasahi plester dengan alcohol/wash bensin dan buka menggunakan pinset

2

 

 

 

6

Membuka balutan lapis luar

1

 

 

 

7

Membersihkan sekitar luka dan bekas plester

2

 

 

 

8

Membuka balutan lapis dalam

1

 

 

 

9

Menekan tepi luka (sepanjang luka) untuk mengeluarkan pus

2

 

 

 

10

Melakukan debridement

2

 

 

 

11

Membersihkan luka dengan cairan NaCl

3

 

 

 

12

Melakukan kompres desinfektan dan tutup dengan kasa

3

 

 

 

13

Memasang plester atau verband

1

 

 

 

14

Merapikan pasien

1

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Melakukan evaluasi tindakan yang di berikan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan klien

1

 

 

 

3

Membereskan alat-alat

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Luka Kotor. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Luka Bakar )

Osca Perawat Perawatan Kateter Wanita

Osca Perawat Perawatan Kateter Wanita - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Perawatan Kateter Wanita - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Perawatan Kateter Pria )

 

PROSEDUR PERAWATAN KATETER WANITA

 

 

 

STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Melakukan tindakan perawatan pada daerah genetal wanita yang terpasang kateter

TUJUAN

  1. Mencegah infeksi
  2. Memberikan rasa nyaman

KEBIJAKAN

Pasien wanita yang terpasang kateter

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

  1. Bak instrument steril berisi lidi kapas
  2. Sarung tangan steril
  3. Desinfektan
  4. Air hangat, waslap, handuk
  5. Perlak dan pengalas
  6. Bengkok

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap PraInteraksi
    1. Mengecek program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menyiapkan alat
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam pada pasien dan sapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
    3. Menanyakan persetujuan/kesiapan pasien
  3. Tahap Kerja
    1. Memasang sampiran/menjaga privacy
    2. Menyiapkan pasien dengan posisi dorcal recumbent dan melepaskan pakaian bawah pasien
    3. Memasang perlak, pengalas
    4. Memakai sarung tangan
    5. Membersihkan genetalia dengan air hangat
    6. Memastikan posisi kateter terpasang dengan benar (menarik dengan hati-hati, kateter tetap tertahan)
    7. Memberikan desinfektan dengan lidi kapas pada ujung pemasangan kateter
    8. Melepas pengalas dan sarung tangan
    9. Merapikan pasien
  4. Tahap Terminasi
    1. Mengevaluasi tindakan yang baru dilakukan
    2. Berpamitan dengan klien
    3. Membereskan dan kembalikan alat
    4. Mencuci tangan
    5. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN PERAWATAN KATETER WANITA

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

1

Bak instrument steril berisi lidi kapas

1

 

 

 

2

Sarung tangan steril

2

 

 

 

3

Desinfektan

2

 

 

 

4

Air hangat, waslap, handuk

2

 

 

 

5

Perlak dan pengalas

1

 

 

 

6

Bengkok

1

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Cek program terapi

1

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Siapkan alat

2

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam dan menyapa nama pasien

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan

2

 

 

 

3

Menanyakan persetujuan atau kesiapan klien

1

 

 

 

D

Tahap kerja

 

 

 

 

1

Memasang sampiran/menjaga privacy

2

 

 

 

2

Menyiapkan pasien dengan posisi dorcal recumbent dan melepaskan pakaian bawah pasien

2

 

 

 

3

Memasang perlak, pengalas

2

 

 

 

4

Meletakkan bengkok di dekat vulva

1

 

 

 

5

Memakai sarung tangan kemudian mengambil kapas basah

2

 

 

 

6

Membuka vulva dengan ibu jari dan jari telunjuk kiri

3

 

 

 

7

Membersihkan vulva mulai dari labia mayora kiri, labia mayora kanan, labia minora kiri, labia minora kanan, vestibulum, perineum. Arah dari atas kebawah dengan kapas basah (1 kapas 1 kali usap)

5

 

 

 

8

Memastikan posisi kateter terpasang dengan benar (menarik dengan hati-hati, kateter tetap tertahan)

4

 

 

 

9

Memberikan desinfektan dengan lidi kapas pada Orifisium

3

 

 

 

10

Melepas pengalas dan sarung tangan

2

 

 

 

11

Merapikan pasien

2

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Melakukan evaluasi hasil tindakan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan klien

1

 

 

 

3

Merapikan alat dan mengembalikan ke tempat semula

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Kateter Wanita. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Luka Kotor )

Osca Perawat Perawatan Kateter Pria

Osca Perawat Perawatan Kateter Pria - Askep kapukonline.com update Standard Operasional Prosedur Perawatan Kateter Pria - STANDARD OPERASIONAL PROSEDUR (SOP) untuk Perawat, setelah sebelumnya posting ( Baca : Osca Perawat Pemasangan Infus )

 

PEMASANGAN KATETER PRIA

 

 

 

STANDARD OPERSIONAL PROSEDUR

 

 

PENGERTIAN

Memasukkan selang karet atau plastic melalui uretra dan kedalam kandung kemih

TUJUAN

  1. Menghilangkan distensi kandung kemih
  2. Penatalaksanaan kandung kemih inkopeten
  3. Mendapatkan urine steril
  4. Mengosongkan kandung kemih secara lengkap

KEBIJAKAN

  1. Kandung kemih inkopeten
  2. Prostat hipertrofi

PETUGAS

Perawat

PERALATAN

  1. Bak instrument steril berisis: pinset anatomis, duk, kassa
  2. Kateter sesuai ukuran
  3. Sarung tangan steril 2 pasang
  4. Desinfektan dalam tempatnya
  5. Spuit 20 cc
  6. Pelumas
  7. Urine bag
  8. Plaster dan gunting
  9. Selimut mandi
  10. Perlak dan pengalas
  11. Bak berisis air hangat, waslap, sabun, handuk
  12. Bengkok

PROSEDUR PELAKSANAAN

  1. Tahap PraInteraksi
    1. Melakukan pengecekan program terapi
    2. Mencuci tangan
    3. Menempatkan alat di dekat pasien
  2. Tahap Orientasi
    1. Memberikan salam dan menyapa nama pasien
    2. Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan
    3. Menanyakan persetujuan dan kesiapan pasien
  3. Tahap Kerja
    1. Memasang sampiran dan menjaga privacy
    2. Mengatur posisi pasien dalam posisi dorcal recumbanent dan melepaskan pakaian bawah
    3. Memasang perlak, pengalas dan selimut mandi
    4. Memakai sarung tangan
    5. Membersihkan genetalia dengan air hangat
    6. Mengganti sarung tangan steril, memasang duk steril
    7. Memberi pelumas pada ujung kateter
    8. Mengarahkan penis ke atas
    9. Memasukkan kateter perlahan-lahan sedalam 15 – 23 cm atau hingga urine keluar
    10. Menyambungkan kateter dengan urine bag
    11. Mengisis balon dengan Aquadest sesuai ukuran
    12. Memfiksasi kateter kearah atas / perut
    13. Melepas duk, pengalas dan sarung tangan
    14. Mengganti selimut mandi dengan selimut klien
  4. Tahap Terminasi
    1. Melakukan evaluasi tindakan
    2. Merapikan pasien dan lingkungan
    3. Berpamitan dengan klien
    4. Membereskan alat-alat dan kembalikan alat ketempat semula
    5. Mencuci tangan
    6. Mencatat kegiatan dalam lembar catatan perawatan

PENILAIAN PENCAPAIAN KOMPETENSI ASPEK KETRAMPILAN PEMASANGAN KATETER PRIA

No

ASPEK YANG DINILAI

BOBOT

NILAI

0

1

2

A

ALAT

 

 

 

 

1

Bak instrument steril berisis:

1

 

 

 

2

Pinset anatomis

0,5

 

 

 

3

Duk

0,5

 

 

 

4

Kassa

0,5

 

 

 

5

Kateter sesuai ukuran

0,5

 

 

 

6

Sarung tangan steril 2 pasang

1

 

 

 

7

Desinfektan dalam tempatnya

0,5

 

 

 

8

Spuit 20 cc

0,5

 

 

 

9

Pelumas

1

 

 

 

10

Urine bag

0,5

 

 

 

11

Plaster dan gunting

1

 

 

 

12

Selimut mandi

0,5

 

 

 

13

Perlak dan pengalas

0,5

 

 

 

14

Bak berisis air hangat, waslap, sabun, handuk

1

 

 

 

15

Bengkok

0,5

 

 

 

B

Tahap Pra Interaksi

 

 

 

 

1

Melakukan Verifikasi data sebelumnya bila ada

1

 

 

 

2

Mencuci tangan

1

 

 

 

3

Membawa alat di dekat pasien dengan benar

2

 

 

 

C

Tahap Orientasi

 

 

 

 

1

Memberikan salam dan menyapa nama pasien

1

 

 

 

2

Menjelaskan tujuan dan prosedur pelaksanaan

2

 

 

 

3

Menanyakan persetujuan dan kesiapan klien

1

 

 

 

D

Tahap kerja

 

 

 

 

1

Memasang sampiran dan menjaga privacy

1

 

 

 

2

Mengatur posisi pasien dalam posisi dorcal recumbent dan melepaskan pakaian bawah

2

 

 

 

3

Memasang perlak dan pengalas

1

 

 

 

4

Memakai sarung tangan

2

 

 

 

5

Membersihkan genetalia dengan air hangat

2

 

 

 

6

Mengganti sarung tangan steril dan memasang duk steril

2

 

 

 

7

Memberi pelumas pada ujung kateter

3

 

 

 

8

Mengarahkan penis keatas

3

 

 

 

9

Memasukkan kateter perlahan-lahan sedalam 15 – 23 cm atau hingga urine keluar

4

 

 

 

10

Menyambungkan kateter dengan urine bag

1

 

 

 

11

Mengisis balon dengan aquadest sesuai ukuran

3

 

 

 

12

Memfiksasi kateter kearah atas / perut

2

 

 

 

13

Melepas duk, pengalas dan sarung tangan

1

 

 

 

E

Tahap Terminasi

 

 

 

 

1

Melakukan evaluasi hasil tindakan

1

 

 

 

2

Berpamitan dengan pasien

1

 

 

 

3

Merapikan alat dan mengembalikan ke tempat semula

1

 

 

 

4

Mencuci tangan

1

 

 

 

5

Mencatat kegiatan dalam lembar catatan keperawatan

1

 

 

 

 

TOTAL

50

 

 

 

Demikian artikel tentang Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Pemasangan Kateter Pria. Semoga membantu dalam Test Osca Perawat Jateng / Jawa Tengah. Bila bermanfaat, silahkan Share kepada teman-teman anda...!!

Posting berlanjut dengan ( Baca : Standard Operasional Prosedur (SOP) Osca Perawat Perawatan Kateter Wanita )