Prosedur Cara Merawat Kulit pada Daerah Tertekan

Prosedur Cara Tindakan Merawat Kulit pada Daerah Tertekan. Askep kapukonline.com update Prosedur Tindakan Keperawatan Prosedur Cara Merawat Kulit pada Daerah Tertekan. Posting ini kelanjutan dari posting sebelumnya ( Baca : Prosedur Cara Tindakan Menyiapkan Tempat Tidur Terbuka Dan Tertutup )

Perawatan kulit pada daerah tertekan merupakan tindakan keperawatan untuk mempertahankan integritas kulit agar tidak terjadi kerusakan jaringan lebih lanjut. Daerah yang sering terjadi luka tekan (Decubitus) antara lain tonjolan tulang dan daerah mana saja yang mendapat atau mengalami tekanan.

Tujuan Prosedur Cara Tindakan Keperawatan Merawat Kulit pada Daerah Tertekan

Mencegah dan mengatasi terjadinya luka decubitus akibat tekanan lama dan tidak hilang

Alat dan Bahan Prosedur Cara Tindakan Keperawatan Merawat Kulit pada Daerah Tertekan

  1. Baskom kecil
  2. Sabun
  3. Air
  4. Agents pembunuh
  5. Balutan
  6. Pelindung kulit
  7. Plester
  8. Sarung tangan

Proseur Kerja Tindakan Keperawatan Merawat Kulit pada Daerah Tertekan

  1. Jelaskan prosedur pada pasien
  2. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan
  3. Tutup pintu ruangan
  4. Atur posisi pasien dengan miring kekanan atau kekiri
  5. Kaji luka atau kulit tertekan dengan memperhatikan warna, kelembaban, penampilan sekitar kulit, ukur diameter kulit dan ukur kedalaman
  6. Cuci kulit sekitar luka dengan air hangat atau sabun cuci secara menyeluruh
  7. Dengan perlahan, keringkan kulit secara menyeluruh dengan massage
  8. Bersihkan luka secara menyeluruh dengan cairan normal atau agents pembersih, gunakan semprit irigasi luka pada luka yang dalam
  9. Setelah selesai, berikan obat atau agents topikal
  10. Catat hasil
  11. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

Buku

  1. A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp, “Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia” Penulis: A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp, Musrifatul Uliyah, S.Kp; Editor: Monica Ester.- Jakarta : EGC : 2004

Posting ini berlanjut dengan ( Baca : Prosedur Cara Tindakan Merawat Rambut ).

Prosedur Cara Menyiapkan Tempat Tidur Terbuka Dan Tertutup

Prosedur Cara Tindakan Menyiapkan Tempat Tidur Terbuka Dan Tertutup. Askep kapukonline.com update Prosedur Tindakan Keperawatan Menyiapkan Tempat Tidur Terbuka Dan Tertutup, setelah sebelumnya posting tentang ( Baca : Prosedur Cara Pemenuhan Kebutuhan Kebersihan Diri dan Lingkungan )

Menyiapkan tempat tidur merupakan prosedur pemenuhan kebutuhan diri dan lingkungan dengan memberikan tempat tidur yang sesuai dengan kebutuhan klien.

Dikatakan tempat tidur terbuka bila tempat tidur dalam keadaan terbuka atau tidak tertutup dengan sprei besar setelah terpasang sprei, perlak, selimut dan sarung bantal yang tidak ditutup secara keseluruhan oleh sprei besar (Dalam kondisi terbuka).

Tempat tidur tertutup adalah tempat tidur yang setelah dipasang seperangkat alat seperti sprei, perlak, slimut dan sarung abantal kemudian ditutup secara keseluruhan dengan sprei besar sehingga semuanya dalam kondisi tertutup.

Tujuan Tindakan Menyiapkan Tempat Tidur Terbuka Dan Tertutup

Pemenuhan kebutuhan ini untuk memberi kenyamanan pada pasien dalam memenuhi kebutuhan dirinya.

Alat dan Bahan Tindakan Menyiapkan Tempat Tidur Terbuka Dan Tertutup

  1. Tempat tidur, kasur dan bantal
  2. Sprei Besar
  3. Sprei Kecil
  4. Sarung Bantal
  5. Perlak
  6. Selimut

Prosedur Kerja Tindakan Menyiapkan Tempat Tidur Terbuka Dan Tertutup

  1. Cuci tangan
  2. Atur tempat tidur, kasur dan bantal
  3. Pasang sprei besar dengan garis tengah lipatan tepat di tengah kasur / tempat tidur, bagian atas sprei dimasukkan dibawah kasur kemudian bagian atasnya
  4. Atur sisi kedua samping seprei atau tempat tidur dengan sudut 900, lalu masukkan kebawah kasur (NB: Lihat Gambar)
  5. Pasang perlak di tengah tempat tidur
  6. Pasang sprei kecil di atas perlak
  7. Lipatkan selimut menjadi 4 secara terbalik dan pasang bagian bawah, ujung selimut masukkan kedalam bawah kasur
  8. Pasang sarung bantal
  9. Cuci tangan setelah prosedur dilakukan

Menyiapkan Tempat Tidur Terbuka Dan Tertutup

Buku

  1. A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp, “Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia” Penulis: A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp, Musrifatul Uliyah, S.Kp; Editor: Monica Ester.- Jakrata : EGC : 2004

Posting ini berlanjut dengan ( Baca : Prosedur Cara Tindakan Merawat Kulit pada Daerah Tertekan )

Prosedur Cara Pemenuhan Kebutuhan Kebersihan Diri dan Lingkungan

Prosedur Cara Pemenuhan Kebutuhan Kebersihan Diri dan Lingkungan. Askep kapukonline.com update Prosedur Tindakan Keperawatan Prosedur Cara Pemenuhan Kebutuhan Kebersihan Diri dan Lingkungan

Pemenuhan kebersihan diri dan lingkungan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia. Ini berarti bahwa setiap manusia membutuhkan kenyamanan pada diri dan lingkungan.

Dalam memberikan suasana atau memenuhi kebutuhan tersebut bukan berarti perawat harus membersihkan lingkungan, tetapi bagaimana perawat tersebut menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pasien.

Kebutuhan kebersihan diri dan lingkungan sangat penting karena akan berdampak pada proses penyembuhan. Hal ini dapat dilihat pada klien yang mempunyai lingkungan yang nyaman, tenang, dan klien tersebut merasakan kedamaian sehingga stress yang terdapat pada dirinya akan hilang. Maka, proses pemulihan tubuh akan lebih cepat dibandingkan dengan kondisi lingkungan yang tidak nyaman.

Terpenuhinya kebutuhan kebersihan diri dan lingkungan dapat membangkitkan motivasi klien untuk bekerja sama dalam program perawatan. Pelaksanaan pemenuhan kebutuhan kebersihan diri dan lingkungan pada klien dilakukan pada pasien yang tidak mampu secara sendiri dalam memenuhi kebutuhan kebersihan diri dan lingkungan.

Prosedur pemenuhan kebutuhan kebersihan diri dan lingkungan dalam pelayanan keperawatan dapat meliputi menyiapkan tempat tidur tertutup dan terbuka, merawat kulit pada daerah yang tertekan, merawat rambut, merawat gigi dan mulut, merawat kuku, higiene vulva dan memandikan pasien.

BUKU:

A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp, 'Buku Saku Praktikum Kebutuhan Dasar Manusia' Penulis: A. Aziz Alimul Hidayat, S.Kp, Musrifatul Uliyah, S.Kp; Editor: Monica Ester.- Jakrata : EGC : 2004

Demikian posting tentang Prosedur Cara Pemenuhan Kebutuhan Kebersihan Diri dan Lingkungan. Posting ini berlanjut tentang Prosedur Cara Menyiapkan Tempat Tidur Terbuka dan Tertutup. Semoga bermanfaat...

Download Game Onet 1 dan Onet 2

Download Game Onet 1 dan Onet 2 Terbaru Game Keren Gratis. Game Edukasi dengan permainan menyamakan / menyusun 2 kotak balok gambar yang serupa dan mirip ini sebenarnya game anak-anak, tapi kalau sudah memainkannya, orang dewasapun akan ketagihan


Game ringan ini biasanya disukai kaum hawa, hanya untuk sekedar melepas penat di saat-saat istirahat jam kerja.


Silahkan Download Game Onet 1 dan Onet 2 Game Keren Gratis bagi teman-teman Perawat maupun Calon Perawat yang sedang Mencari / Download Askep Asuhan Keperawatan di kapukonline.com


Screenshoot Game Onet 1


Game Onet 1


Screenshoot Game Onet 2


Game Onet 2


Sebenarnya, Game ini aku posting atas request teman-teman perawat buat dimainkan dirumah


Link Download Game Onet 1 dan Onet 2 Gratis


  1. Download Game Onet 1 via Mediafire.com
  2. Download Game Onet 2 via Mediafire.com


Tips Cara Mengobati Terkena Tomcat

Tips Cara Mengobati Terkena Racun Serangga Tomcat. Bagaimana cara yang benar apabila kita terkena racun (bukan tergigit) Tomcat..?

Akhir-akhir ini, di beberapa daerah dihebohkan dengan serangan serangga Tomcat. Sebenarnya, para petani sudah tidak asing dengan serangga yang satu ini karena banyak terdapat di ladang persawahan

Tomcat merupakan sejenis kumbang yang memiliki racun berupa cairan paederin di dalam perutnya. Racun kumbang ini dapat menyebabkan matinya sel kulit yang terkena cairan paederin ini.

Gambar Serangga Tocat

Efek dari racun paederin ini dapat menimbulkan rasa panas, nyeri ringan dan kadang diikuti rasa gatal-gatal. Setelah 12 jam kulit yang terkena racun akan mati dan akan timbul gelembung berisi nanah

Inilah Tips Cara Mengobati Terkena Racun (Bukan Tergigit) Serangga Tomcat :

  1. Untuk pertolongan pertama jika kulit terkena racun Tomcat, cuci kulit dengan sabun dan alirkan air..!. Kalau air tidak ada gunakan air liur kita, karena air liur mengandung basa meskipun tidak terlalu tinggi seperti sabun
  2. Selain menggunakan sabun, luka akibat racun Tomcat juga dapat dikompres menggunakan air dingin atau es. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah penyebaran racun melalui pembuluh darah. Teorinya dalam keadaan dingin pembuluh darah akan menyempit sehingga akan memperlambat penyebaran racun.
  3. Jika terkena cairan Tomcat, maka kulit yang terkena juga tidak boleh digosok, karena akan mempercepat penyebaran racun ke anggota tubuh lainnya.
  4. Jika kulit ditempeli Tomcat, jangan memecahkannya atau mematikannya di atas kulit, tetapi dibuang menggunakan kertas atau ditiup sampai Tomcat itu pergi. Karena yang berbahaya itu bukan gigitannya melainkan cairan di tubuhnya.
  5. Kalau Tomcat itu pecah di lantai, segera bersihkan agar tidak mengenai anggota keluarga yang lain, karena racun tomcat paederin ini menguapnya lama.
  6. Untuk luka ringan akibat paederin, korban bisa mengoleskan salep jenis steroid (mereknya macam-macam). Salep jenis ini bisa dibeli di dapatkan di puskesmas atau apotek.
  7. Untuk penanggulangan, pakai salep jenis steroid. Kalau yang sudah jadi bisul pakai salep yang mengandung antibiotik tapi jangan terlalu banyak. Oleskan tipis saja, kalau terlalu tebal tidak baik untuk kulit.

Lalu bagaimana jika di tempat kita terdapat banyak serangga Tomcat...?

  1. Oleh karena serangga ini sebagai penyeimbang kehidupan lingkungan, sebaiknya serangga jangan dimatikan, akan tetapi lebih baik dilepas lagi diladang persawahan.
  2. Tomcat biasanya menyenangi cahaya, kalau pada sore atau malam hari sudah banyak berkumpul Tomcat, masukkan kedalam plastik dengan bantuan sarung tangan karet atau plastik, lalu buang di ladang persawahan
  3. Dapat dilakukan dengan penyemprotan dengan pestisida nabati. Pestisida nabati dapat dibuat dari daun sirsak yang dicampur dengan detergen dan direndam selama 24 jam. Kemudian cairan tersebut nantinya disemprotkan di wilayah atau dinding yang ditempeli Tomcat.
  4. Penyemprotan terhadap Tomcat akan lebih efektif dilakukan pada sore hari. Hal itu agar pestisida tidak mudah menguap dan bisa langsung membunuh Tomcat. Karena jika dilakukan pada siang atau pagi hari, maka pestisida yang disemprotkan akan mudah menguap sehingga kurang efektif untuk membunuh Tomcat

Posting Tips Cara Mengobati Terkena Racun Serangga Tomcat, Diambil dari beberapa sumber..

Homeostasis Hemodinamik Keperawatan

Homeostasis Hemodinamik Keperawatan - KEBUTUHAN DASAR MANUSIA (KDM). Askep kapukonline.com | setelah sebelumnya posting ( Baca : Kebutuhan Dasar Manusia Abraham Maslow )

HOMEOSTASIS DAN HEMODINAMIK

Homeostasis

Homeostasis merupakan suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam mempertahankan kondisi yang dialaminya. Proses homeostasis ini dapat terjadi apabila tubuh mengalami stres yang ada sehingga tubuh secara alamiah akan melakukan mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi yang seimbang, atau juga dapat dikatakan bahwa homeostasis adalah suatu proses perubahan yang terus-menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Homeostasis yang terdapat dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh suatu sistem endokrin dan syaraf otonom. Secara alamiah proses homeostasis dapat terjadi dalam tubuh manusia.

Dalam mempelajari cara tubuh melakukan proses homeostasis ini dapat melalui empat cara yaitu :

  1. Self regulation.
    Sistem ini dapat terjadi secara otomatis pada orang yang sehat seperti dalam pengaturan proses sistem fisiologis tubuh manusia.
  2. Cara kompensasi
    Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan dalam tubuh. Sebagai contoh, apabila secara tiba-tiba lingkungan menjadi dingin, maka pembuluh darah perifer akan mengalami konstriksi dan merangsang pembuluh darah bagian dalam untuk meningkatkan kegiatan (misalnya menggigil) yang dapat menghasilkan panas sehingga suhu tetap stabil, pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi visual pada saat terjadi ancaman terhadap tubuh, peningkatan keringat untuk mengontrol kenaikan suhu badan.
  3. Cara umpan balik negatif
    Proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi.
  4. Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis.
    Sebagai contoh apabila seseorang mengalami hipoksia akan terjadi proses peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup ke sel tubuh.

Homeostasis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Contoh homeostasis psikologis adalah mekanisme pertahanan diri seperti menangis, tertawa, berteriak, memukul.

Homeostasis Hemodinamik Keperawatan

Homeostasis Hemodinamik Keperawatan

Hemodinamik

Homeodinamik merupakan pertukaran energi secara terus-menerus antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berinteraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan hidupnya.

Proses homeodinamik bermula dari teori tentang manusia sebagai unit yang merupakan satu kesatuan utuh, memiliki karakter yang berbeda-beda, proses hidup yang dinamis, selalu berinteraksi dengan lingkungan yang dapat dipengaruhi dan mempengaruhinya, serta memiliki keunikan tersendiri dalam proses homeodinamik ini.

Adapun beberapa prinsip hemodinamik adalah sebagai berikut :

  1. Prinsip integralitas.
    Prinsip utama dalam hubungan antara manusia dengan lingkungan yang tidak dapat dipisahkan. Perubahan proses kehidupan ini terjadi secara terus-menerus karena adanya interaksi manusia dengan lingkungan yang saling mempengaruhi.
  2. Prinsip resonansi.
    Prinsip bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekuensinya bervariasi, mengingat manusia memiliki pengalaman beradaptasi dengan lingkungan.
  3. Prinsip helicy.
    Prinsip bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia berlangsung perlahan-lahan dan terdapat hubungan antara manusia dan lingkungan.
Referensi :
  1. Bobak, K. Jensen, 2005, Perawatan Maternitas. Jakarta. EGC
  2. Elly, Nurrachmah, 2001, Nutrisi dalam keperawatan, CV Sagung Seto, Jakarta.
  3. Depkes RI. 2000. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta.
  4. Engenderhealt. 2000. Infection Prevention, New York.
  5. JHPIEGO, 2003. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan, Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Pusdiknakes.
  6. JNPK_KR.2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
  7. Johnson, Ruth, Taylor. 2005. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Jakarta. EGC.
  8. Kozier, Barbara, 2000, Fundamental of Nursing : Concepts, Prosess and Practice : Sixth edition, Menlo Park, Calofornia.
  9. Potter, 2000, Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar, Edisi III, Alih bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC.
  10. Samba, Suharyati, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC

Demikian posting tentang Homeostasis Hemodinamik Keperawatan. Semoga bermanfaat...!!


Kebutuhan Dasar Manusia Abraham Maslow

Kebutuhan Dasar Manusia Abraham Maslow - KEBUTUHAN DASAR MANUSIA (KDM) - TOKOH PERAWAT. Askep kapukonline.com | setelah sebelumnya posting ( Baca : Konsep Keperawatan Dorothea E. Orem dan tentang Alkalosis Acidosis Metabolik Respiratory )

KEBUTUHAN DASAR MANUSIA menurut ABRAHAM MASLOW

Kebutuhan dasar manusia merupakan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh manusia dalam mempertahankan keseimbangan fisiologi maupun psikologis.

Faktor – faktor yang mempengaruhi kebutuhan dasar manusia


Penyakit

Jika dalam keadaan sakit maka beberapa fungsi organ tubuh memerlukan pemenuhan kebutuhan lebih besar dari biasanya.

Hubungan keluarga

Hubungan keluarga yang baik dapat meningkatkan pemenuhan kebutuhan dasar karena adanya saling percaya.

Konsep diri

Konsep diri yang positif, memberikan makna dan keutuhan bagi seseorang. Konsep diri yang sehat memberikan perasaan yang positif terhadap diri. Orang yang merasa positif tentang dirinya akan mudah berubah, mudah mengenali kebutuhan dan mengembangkan cara hidup yang sehat sehingga lebih mudah memenuhi kebutuhan dasarnya

Tahap perkembangan

Setiap tahap perkembangan, manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda, baik kebutuhan biologis, psikologis, sosial, maupun spiritual.

Kebutuhan dasar manusia menurut Abraham Maslow


Abraham Maslow dilahirkan di Brooklyn, New York, pada tahun 1908 dan wafat pada tahun 1970 dalam usia 62 tahun. Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan).

Kebutuhan Dasar Manusia Abraham Maslow

Menurut Maslow, manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki, mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Hierarchy of needs (hirarki kebutuhan) dari Maslow menyatakan bahwa manusia memiliki 5 macam kebutuhan yaitu physiological needs (kebutuhan fisiologis), safety and security needs (kebutuhan akan rasa aman), love and belonging needs (kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki), esteem needs (kebutuhan akan harga diri), dan self-actualization (kebutuhan akan aktualisasi diri).

Kebutuhan fisiologis (Physiological)

Jenis kebutuhan ini berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan dasar semua manusia seperti, makan, minum, menghirup udara, dan sebagainya. Termasuk juga kebutuhan untuk istirahat, buang air besar atau kecil, menghindari rasa sakit, dan seks.
Jika kebutuhan dasar ini tidak terpenuhi, maka tubuh akan menjadi rentan terhadap penyakit, terasa lemah, tidak fit, sehingga proses untuk memenuhi kebutuhan selanjutnya dapat terhambat. Hal ini juga berlaku pada setiap jenis kebutuhan lainnya, yaitu jika terdapat kebutuhan yang tidak terpenuhi, maka akan sulit untuk memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi.

Kebutuhan rasa aman dan perlindungan (Safety and security needs)

Ketika kebutuhan fisiologis seseorang telah terpenuhi secara layak, kebutuhan akan rasa aman mulai muncul. Keadaan aman, stabilitas, proteksi dan keteraturan akan menjadi kebutuhan yang meningkat. Jika tidak terpenuhi, maka akan timbul rasa cemas dan takut sehingga dapat menghambat pemenuhan kebutuhan lainnya

Kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki (love and Belonging needs)

Ketika seseorang merasa bahwa kedua jenis kebutuhan di atas terpenuhi, maka akan mulai timbul kebutuhan akan rasa kasih sayang dan rasa memiliki. Hal ini dapat terlihat dalam usaha seseorang untuk mencari dan mendapatkan teman, kekasih, anak, atau bahkan keinginan untuk menjadi bagian dari suatu komunitas tertentu seperti tim sepakbola, klub peminatan dan seterusnya. Jika tidak terpenuhi, maka perasaan kesepian akan timbul.

Kebutuhan akan harga diri (esteem needs)

Kemudian, setelah ketiga kebutuhan di atas terpenuhi, akan timbul kebutuhan akan harga diri. Menurut Maslow, terdapat dua jenis, yaitu lower one dan higher one. Lower one berkaitan dengan kebutuhan seperti status, atensi, dan reputasi. Sedangkan higher one berkaitan dengan kebutuhan akan kepercayaan diri, kompetensi, prestasi, kemandirian, dan kebebasan. Jika kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka dapat timbul perasaan rendah diri dan inferior.

Kebutuhan aktualisasi diri (Self Actualization)

Kebutuhan terakhir menurut hirarki kebutuhan Maslow adalah kebutuhan akan aktualisasi diri. Jenis kebutuhan ini berkaitan erat dengan keinginan untuk mewujudkan dan mengembangkan potensi diri. Menurut Abraham Maslow, kepribadian bisa mencapai peringkat teratas ketika kebutuhan-kebutuhan primer ini banyak mengalami interaksi satu dengan yang lain, dan dengan aktualisasi diri seseorang akan bisa memanfaatkan faktor potensialnya secara sempurna.

Referensi :

  1. Bobak, K. Jensen, 2005, Perawatan Maternitas. Jakarta. EGC
  2. Elly, Nurrachmah, 2001, Nutrisi dalam keperawatan, CV Sagung Seto, Jakarta.
  3. Depkes RI. 2000. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta.
  4. Engenderhealt. 2000. Infection Prevention, New York.
  5. JHPIEGO, 2003. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan, Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Pusdiknakes.
  6. JNPK_KR.2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
  7. Johnson, Ruth, Taylor. 2005. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Jakarta. EGC.
  8. Kozier, Barbara, 2000, Fundamental of Nursing : Concepts, Prosess and Practice : Sixth edition, Menlo Park, Calofornia.
  9. Potter, 2000, Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar, Edisi III, Alih bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC.
  10. Samba, Suharyati, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC

Demikian posting tentang Kebutuhan Dasar Manusia menurut Abraham Maslow. Semoga membantu....