Download Game Onet 1 dan Onet 2

Download Game Onet 1 dan Onet 2 Terbaru Game Keren Gratis. Game Edukasi dengan permainan menyamakan / menyusun 2 kotak balok gambar yang serupa dan mirip ini sebenarnya game anak-anak, tapi kalau sudah memainkannya, orang dewasapun akan ketagihan


Game ringan ini biasanya disukai kaum hawa, hanya untuk sekedar melepas penat di saat-saat istirahat jam kerja.


Silahkan Download Game Onet 1 dan Onet 2 Game Keren Gratis bagi teman-teman Perawat maupun Calon Perawat yang sedang Mencari / Download Askep Asuhan Keperawatan di kapukonline.com


Screenshoot Game Onet 1


Game Onet 1


Screenshoot Game Onet 2


Game Onet 2


Sebenarnya, Game ini aku posting atas request teman-teman perawat buat dimainkan dirumah


Link Download Game Onet 1 dan Onet 2 Gratis


  1. Download Game Onet 1 via Mediafire.com
  2. Download Game Onet 2 via Mediafire.com


Tips Cara Mengobati Terkena Tomcat

Tips Cara Mengobati Terkena Racun Serangga Tomcat. Bagaimana cara yang benar apabila kita terkena racun (bukan tergigit) Tomcat..?

Akhir-akhir ini, di beberapa daerah dihebohkan dengan serangan serangga Tomcat. Sebenarnya, para petani sudah tidak asing dengan serangga yang satu ini karena banyak terdapat di ladang persawahan

Tomcat merupakan sejenis kumbang yang memiliki racun berupa cairan paederin di dalam perutnya. Racun kumbang ini dapat menyebabkan matinya sel kulit yang terkena cairan paederin ini.

Gambar Serangga Tocat

Efek dari racun paederin ini dapat menimbulkan rasa panas, nyeri ringan dan kadang diikuti rasa gatal-gatal. Setelah 12 jam kulit yang terkena racun akan mati dan akan timbul gelembung berisi nanah

Inilah Tips Cara Mengobati Terkena Racun (Bukan Tergigit) Serangga Tomcat :

  1. Untuk pertolongan pertama jika kulit terkena racun Tomcat, cuci kulit dengan sabun dan alirkan air..!. Kalau air tidak ada gunakan air liur kita, karena air liur mengandung basa meskipun tidak terlalu tinggi seperti sabun
  2. Selain menggunakan sabun, luka akibat racun Tomcat juga dapat dikompres menggunakan air dingin atau es. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah penyebaran racun melalui pembuluh darah. Teorinya dalam keadaan dingin pembuluh darah akan menyempit sehingga akan memperlambat penyebaran racun.
  3. Jika terkena cairan Tomcat, maka kulit yang terkena juga tidak boleh digosok, karena akan mempercepat penyebaran racun ke anggota tubuh lainnya.
  4. Jika kulit ditempeli Tomcat, jangan memecahkannya atau mematikannya di atas kulit, tetapi dibuang menggunakan kertas atau ditiup sampai Tomcat itu pergi. Karena yang berbahaya itu bukan gigitannya melainkan cairan di tubuhnya.
  5. Kalau Tomcat itu pecah di lantai, segera bersihkan agar tidak mengenai anggota keluarga yang lain, karena racun tomcat paederin ini menguapnya lama.
  6. Untuk luka ringan akibat paederin, korban bisa mengoleskan salep jenis steroid (mereknya macam-macam). Salep jenis ini bisa dibeli di dapatkan di puskesmas atau apotek.
  7. Untuk penanggulangan, pakai salep jenis steroid. Kalau yang sudah jadi bisul pakai salep yang mengandung antibiotik tapi jangan terlalu banyak. Oleskan tipis saja, kalau terlalu tebal tidak baik untuk kulit.

Lalu bagaimana jika di tempat kita terdapat banyak serangga Tomcat...?

  1. Oleh karena serangga ini sebagai penyeimbang kehidupan lingkungan, sebaiknya serangga jangan dimatikan, akan tetapi lebih baik dilepas lagi diladang persawahan.
  2. Tomcat biasanya menyenangi cahaya, kalau pada sore atau malam hari sudah banyak berkumpul Tomcat, masukkan kedalam plastik dengan bantuan sarung tangan karet atau plastik, lalu buang di ladang persawahan
  3. Dapat dilakukan dengan penyemprotan dengan pestisida nabati. Pestisida nabati dapat dibuat dari daun sirsak yang dicampur dengan detergen dan direndam selama 24 jam. Kemudian cairan tersebut nantinya disemprotkan di wilayah atau dinding yang ditempeli Tomcat.
  4. Penyemprotan terhadap Tomcat akan lebih efektif dilakukan pada sore hari. Hal itu agar pestisida tidak mudah menguap dan bisa langsung membunuh Tomcat. Karena jika dilakukan pada siang atau pagi hari, maka pestisida yang disemprotkan akan mudah menguap sehingga kurang efektif untuk membunuh Tomcat

Posting Tips Cara Mengobati Terkena Racun Serangga Tomcat, Diambil dari beberapa sumber..

Homeostasis Hemodinamik Keperawatan

Homeostasis Hemodinamik Keperawatan - KEBUTUHAN DASAR MANUSIA (KDM). Askep kapukonline.com | setelah sebelumnya posting ( Baca : Kebutuhan Dasar Manusia Abraham Maslow )

HOMEOSTASIS DAN HEMODINAMIK

Homeostasis

Homeostasis merupakan suatu keadaan tubuh untuk mempertahankan keseimbangan dalam mempertahankan kondisi yang dialaminya. Proses homeostasis ini dapat terjadi apabila tubuh mengalami stres yang ada sehingga tubuh secara alamiah akan melakukan mekanisme pertahanan diri untuk menjaga kondisi yang seimbang, atau juga dapat dikatakan bahwa homeostasis adalah suatu proses perubahan yang terus-menerus untuk memelihara stabilitas dan beradaptasi terhadap kondisi lingkungan sekitarnya.

Homeostasis yang terdapat dalam tubuh manusia dapat dikendalikan oleh suatu sistem endokrin dan syaraf otonom. Secara alamiah proses homeostasis dapat terjadi dalam tubuh manusia.

Dalam mempelajari cara tubuh melakukan proses homeostasis ini dapat melalui empat cara yaitu :

  1. Self regulation.
    Sistem ini dapat terjadi secara otomatis pada orang yang sehat seperti dalam pengaturan proses sistem fisiologis tubuh manusia.
  2. Cara kompensasi
    Tubuh akan cenderung bereaksi terhadap ketidaknormalan dalam tubuh. Sebagai contoh, apabila secara tiba-tiba lingkungan menjadi dingin, maka pembuluh darah perifer akan mengalami konstriksi dan merangsang pembuluh darah bagian dalam untuk meningkatkan kegiatan (misalnya menggigil) yang dapat menghasilkan panas sehingga suhu tetap stabil, pelebaran pupil untuk meningkatkan persepsi visual pada saat terjadi ancaman terhadap tubuh, peningkatan keringat untuk mengontrol kenaikan suhu badan.
  3. Cara umpan balik negatif
    Proses ini merupakan penyimpangan dari keadaan normal. Dalam keadaan abnormal tubuh secara otomatis akan melakukan mekanisme umpan balik untuk menyeimbangkan penyimpangan yang terjadi.
  4. Umpan balik untuk mengoreksi ketidakseimbangan fisiologis.
    Sebagai contoh apabila seseorang mengalami hipoksia akan terjadi proses peningkatan denyut jantung untuk membawa darah dan oksigen yang cukup ke sel tubuh.

Homeostasis psikologis berfokus pada keseimbangan emosional dan kesejahteraan mental. Proses ini didapat dari pengalaman hidup dan interaksi dengan orang lain serta dipengaruhi oleh norma dan kultur masyarakat. Contoh homeostasis psikologis adalah mekanisme pertahanan diri seperti menangis, tertawa, berteriak, memukul.

Homeostasis Hemodinamik Keperawatan

Homeostasis Hemodinamik Keperawatan

Hemodinamik

Homeodinamik merupakan pertukaran energi secara terus-menerus antara manusia dan lingkungan sekitarnya. Pada proses ini manusia tidak hanya melakukan penyesuaian diri, tetapi terus berinteraksi dengan lingkungan agar mampu mempertahankan hidupnya.

Proses homeodinamik bermula dari teori tentang manusia sebagai unit yang merupakan satu kesatuan utuh, memiliki karakter yang berbeda-beda, proses hidup yang dinamis, selalu berinteraksi dengan lingkungan yang dapat dipengaruhi dan mempengaruhinya, serta memiliki keunikan tersendiri dalam proses homeodinamik ini.

Adapun beberapa prinsip hemodinamik adalah sebagai berikut :

  1. Prinsip integralitas.
    Prinsip utama dalam hubungan antara manusia dengan lingkungan yang tidak dapat dipisahkan. Perubahan proses kehidupan ini terjadi secara terus-menerus karena adanya interaksi manusia dengan lingkungan yang saling mempengaruhi.
  2. Prinsip resonansi.
    Prinsip bahwa proses kehidupan manusia selalu berirama dan frekuensinya bervariasi, mengingat manusia memiliki pengalaman beradaptasi dengan lingkungan.
  3. Prinsip helicy.
    Prinsip bahwa setiap perubahan dalam proses kehidupan manusia berlangsung perlahan-lahan dan terdapat hubungan antara manusia dan lingkungan.
Referensi :
  1. Bobak, K. Jensen, 2005, Perawatan Maternitas. Jakarta. EGC
  2. Elly, Nurrachmah, 2001, Nutrisi dalam keperawatan, CV Sagung Seto, Jakarta.
  3. Depkes RI. 2000. Keperawatan Dasar Ruangan Jakarta.
  4. Engenderhealt. 2000. Infection Prevention, New York.
  5. JHPIEGO, 2003. Panduan Pengajaran Asuhan Kebidanan, Buku 5 Asuhan Bayi Baru Lahir Jakarta. Pusdiknakes.
  6. JNPK_KR.2004. Panduan Pencegahan Infeksi Untuk Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dengan Sumber Daya Terbatas. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawiroharjo.
  7. Johnson, Ruth, Taylor. 2005. Buku Ajar Praktek Kebidanan. Jakarta. EGC.
  8. Kozier, Barbara, 2000, Fundamental of Nursing : Concepts, Prosess and Practice : Sixth edition, Menlo Park, Calofornia.
  9. Potter, 2000, Perry Guide to Basic Skill and Prosedur Dasar, Edisi III, Alih bahasa Ester Monica, Penerbit buku kedokteran EGC.
  10. Samba, Suharyati, 2005. Buku Ajar Praktik Kebidanan. Jakarta. EGC

Demikian posting tentang Homeostasis Hemodinamik Keperawatan. Semoga bermanfaat...!!