ASKEP RUPTUR URETRA




BAB I
    PENDAHULAUAN

A.    LATAR BELAKANG
Trauma pada uretra laki-laki harus didiagnosis efisien dan efektif diobati agar mencegah gejala sisa jangka panjang yang serius. Pasien dengan penyakit striktur uretra sekunder akibat peristiwa traumati jika  tidak dikelola dengan baik cenderung memiliki masalah berkemih yang signifikan dan berulang serta membutuhkan intervensi lebih lanjut.
Pria dan wanita mengalami trauma traktus urinarius bagian bawah dengan cara yang berbeda. Pada wanita sering berhubungan dengan kasus obstetri, jarang karena trauma. Sedangkan trauma traktus urinarius bawah pada pria dapat menyebabkan berbagai macam cedera, yaitu: (A) ruptur buli intraperitoneal, (B) ruptur buli ekstraperitoneal, (C) ruptur uretra posterior, (D) ruptur uretra pars membranosa, (E) ruptur pars bulbosa, dan (F) ruptur penil uretra. Uretra pars prostatika terlindungi oleh zostate-nya sehingga jarang ruptur. 1,2,4,6
Trauma tumpul pada abdomen bawah dapat menyebabkan ruptur buli intraperitoneal (A). Fraktur pelvis dapat menyebabkan ruptur (B), (C), dan (D), pukulan pada perineum dan uretra dapat menyebabkan ruptur (D), (E), dan (F). Pria dapat mengalami lebih dari satu organ yang ruptur, sering terjadi kombinasi ruptur (B) dan (C). Luka tembus dapat menyebabkan cedera di setiap bagian traktus urinarius.
Secara klinis trauma uretra dibedakan menjadi trauma uretra anterior dan trauma uretra  posterior, hal ini karena keduanya menunjukkan perbedaan dalam hal etiologitrauma, tanda klinis, pengelolaan, serta prognosisnya.

ASKEP BENIGNA PROSTAT HIPERTROPI (BPH)



BAB I
KONSEP DASAR

A.   PENGERTIAN
Benigna prostat hipertropi adalah hiperplasia kelenjar peri urethral yang merusak jaringan prostat yang asli ke perifer dan menjadi simpai bedah (Mansjoer, Suprohaita, Wardhani & Setiowulan, 2007).
BPH adalah kondisi patologis yang paling umum pada pria lanjut usia dan penyebab kedua yang paling sering untuk intervensi medis pada pria diatas usia 60 tahun (Smeltzer, 2005).
Hiperplasia prostat benigna adalah pembesaran progresif dari kelenjar prostat (secara umum pria lebih tua dari 50 tahun) menyebabkan berbagai derajat obstruksi urethral dan pembatasan aliran urinarius
Kelenjar prostat bila mengalami pembesaran, organ ini membuntu uretra Pars Prostatika dan menyebabkan terhambatnya aliran urine keluar dari buli-buli (Poernomo, 2009).
Prostatektomi adalah pembedahan mengangkat prostata (Ramali, Pamoentjak, 2008).
Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa Post operasi Benigna Prostat Hipertrofi adalah suatu keadan di mana individu sudah menjalani tindakan pembedahan pengangkatan kelenjar psostat.

Akibat Efek Hipertensi Bagi Kesehatan

Dampak akibat efek buruk negatif penyakit hipertensi bagi kesehatan dan menimbulkan mengakibatkan penyakit lainnya dan ini tidak sedikit jumlahnya.

Tekanan darah tinggi atau yang umum disebut dengan hipertensi, secara perlahan namun pasti akan dapat merusak tubuh kita sendiri, sebelum akhirnya gejala kerusakan tersebut timbul beberapa tahun setelahnya.

Jika tidak dirawat dilakukan pengobatan hipertensi yang baik dari dokter yang kompeten serta juga dijaga dengan baik, hipertensi dapat memicu serangan jantung yang amat fatal. Adapun salah satu efek dari hipertensi jika tidak segera dirawat , yaitu merusak arteri pembuluh darah.

Akibat Efek Hipertensi Bagi Kesehatan

Berdoa Untuk Kebaikan Anak-Anak

Doa agar anak menjadi sholeh sholehah sukses dunia akherat menjadi anak yang cerdas tidak nakal tentunya adalah merupakan doa selalu dipanjatkan oleh para orang tua kepada putra-putrinya. Jika orang tua ingin anaknya menjadi sholeh dan baik, maka doakanlah mereka karena doa orang tua adalah doa yang mudah diijabahi dan dikabulkan Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, artinya :
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amalan-amalan yang kekal dan shaleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan." (Qs.al-Kahfi: 46)

Askep CHF

A. PENGERTIAN

Gagal jantung adalah ketidakmampuan jantung untuk memompa darah dalam jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan jaringan terhadap nutrien dan oksigen. Mekanisme yang mendasar tentang gagal jantung termasuk kerusakan sifat kontraktil dari jantung, yang mengarah pada curah jantung kurang dari normal. Kondisi umum yang mendasari termasuk aterosklerosis, hipertensi atrial, dan penyakit inflamasi atau degeneratif otot jantung.

Sejumlah faktor sistemik dapat menunjang perkembangan dan keparahan dari gagal jantung. Peningkatan laju metabolik (misalnya: demam, koma, tiroktoksikosis), hipoksia dan anemia membutuhkan suatu peningkatan curah jantung untuk memenuhi kebutuhan oksigen.

B. ETIOLOGI

Di negara – negara berkembang , penyebab tersering adalah penyakit arteri koroner yang menimbulkan infark miokard dan tidak berfungsinya miokardium (kardiomiopati iskemik). Penyebab paling sering adalah kardiomiopati alkoholik, miokarditis viral (termasuk infeksi HIV) dan kardiomiopati dilatasi tanpa penyebab pasti (kardiomiopati idiopatik).
Hipertensi tetap merupakan penyebab gagal jantung kongestif yang penting. Selain itu penyakit katup jantung juga merupakan penyebab gagal jantung, namun saat ini agak jarang penyakit katup jantung menyebabkan gagal jantung. Stenosis aorta masih tetap merupakan penyebab yang sering dan dapat diperbaiki.

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN Ny. S. DENGAN FRAKTUR FEMUR DEXTRA ⅓ TENGAH

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN Ny. S. DENGAN FRAKTUR FEMUR DEXRA ⅓ TENGAH



PENDAHULUAN



Latar Belakang Masalah



            Fraktur atau patah
tulang adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan atau tulang rawan
yang umumnya disebabkan oleh rudapkasa. Trauma yang menyebabkan tulang patah
dapat berupa trauma langsung, misalnya benturan pada lengan bawah yang
menyebabakan patah tulang

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL “FRAKTUR”





ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN GANGGUAN MUSKULOSKELETAL “FRAKTUR”


I.          KONSEP
MEDIS



1.     
Definisi:

§  Hilangnya kesinambungan substansi tulang dengan atau tanpa
pergeseran fragmen-fragmen fraktur.

§  Terputusnya hubungan/kontinuitas jaringan tulang.



<